Klub berjuluk Laskar Trengginas tersebut sudah menjalani tiga uji coba. Mulai dari saat takluk 1-2 dari Persika Karanganyar, lalu unggul tipis 2-1 dari PS Gama Jogja dengan skor 2-1, hingga dalam ekshibisi teranyar adalah saat menelan kekalahan 1-2 kontra PSISa Salatiga. Laga ini dihelat di Stadion Kridanggo, Salatiga, Jumat (9/9) lalu.
Meskipun belum mendapat hasil maksimal, Pelatih Kepala AT Farmasi Anom Putrantoro mengapresiasi permainan anak asuhnya. Dia mengaku progres pemain racikannya mulai meningkat dari waktu ke waktu.
AT Farmasi berkeinginan keras memunculkan talenta-talenta muda hasil pembinaannya. Maka tak mengherankan, mayoritas penggawa Laskar Trengginas adalah para pemain dari akademi AT Farmasi sendiri.
"Mayoritas anak-anak kelahiran 2004, dan baru pertama kali ikut di Liga 3. Rata-rata mantan anak didik saya di Persebi Boyolali U-15,” ungkap Anom Putrantoro kepada Jawa Pos Radar Solo.
Dari beberapa uji coba ada banyak catatan yang harus segera dievaluasi. Salah satunya tentu saja terkait ketajaman lini serang. Saat ini untuk urusan mengatur serangan dan membobol gawang lawan, AT Farmasi mengandalkan sosok seperti Restu, Sidik Kuncoro, dan Heru. “Lini serang masih harus di-treatment lagi agar semakin tajam,” imbuhnya.
Sedikitnya 28 pemain akan didaftarkan AT Farmasi untuk mengarungi Liga 3 musim ini. Beberapa di antaranya merupakan alumni AT Farmasi yang sudah malang melintang di Liga 2 dan 3. Untuk lima kuota pemain senior yang disediakan, AT Farmasi baru memenuhi dua pemain. Salah satunya mantan pemain Persis Solo Sidik Kuncoro.
“Jadi nanti bisa ada tambahan pemain dua atau tiga pemain lagi. Tergantung kebutuhan tim. Nanti dipersiapkan untuk pertandingan home dan away,” ucap Anom. (mg8/nik) Editor : Niko auglandy