Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Agung Setyobudi Resmi Jadi Pelatih Unsa FC

Damianus Bram • Rabu, 14 September 2022 | 16:00 WIB
LEGENDA: Agung Setyobudi (kiri) saat jadi asisten pelatih Persis Solo di Divisi Utama 2014. (DOK. NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)
LEGENDA: Agung Setyobudi (kiri) saat jadi asisten pelatih Persis Solo di Divisi Utama 2014. (DOK. NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Mantan pelatih Persis Solo musim 2013 Agung Setyobudi akhirnya ditunjuk jadi pelatih kepala Universitas Surakarta (Unsa) FC yang akan terjun di ajang Liga 3 2022/2023. Keputusan ini buntut dari coach Tithan Wulung Suryata yang sudah bergabung dengan tim kepelatihan Persis Solo di Liga 1 2022/2023.

”Sekitar sebulan lalu sudah ditentukan yakni coach Agung Setyabudi,” ungkap Manajer Unsa FC Rio Arya Surendra kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (13/9).

Agung memang lama vakum masuk jajaran tim kepelatihan klub profesional. Terakhir dia jadi asisten pelatih Persis di kompetisi ISC B 2016. Dalam beberapa tahun terakhir, pria yang masih jadi pegawai PDAM Solo tersebut lebih banyak membangun tim muda Kota Solo yang terjun di ajang Popda hingga Porprov Jateng.

Tapi soal skill melatih, jam terbang, dan beberapa hal teknis dalam membangun tim, eks kapten Timnas Indonesia era 2000an awal tersebut tak perlu diragukan lagi.

“Beliau pernah memegang Persis Solo di era Liga 2 (dulu masih bernama divisi utama, Red). Inilah pertimbangan kami untuk menjadikan coach Agung sebagai pelatih Unsa. Reputasi beliau cukup baik,” terang Rio.

Selanjutnya, tugas terdekat yang akan dihadapi coach Agung untuk mengasuh Unsa yakni ajang Liga 3 2022 zona Jateng yang akan kickoff 18 September mendatang. Sebagai tim debutan di Liga 3, Agung punya tugas berat. Unsa sendiri dibangun untuk jadi sebuah wadah menunjukkan eksistensi pemain lokal, khususnya meningkatkan karakter beberapa pemain potensial. Hal inilah yang jadi langkah awal Agung untuk menempa tim ini.

“Sebelumnya kami sudah mengadakan seleksi pemain. Sebelumnya di Unsa ada 39 pemain, lalu dipangkas menjadi 23-25 pemain. Jika terlalu banyak, yang ngelatih susah,” imbuhnya.

Sementara itu, Unsa menyodorkan fasilitas pembinaan pemain usia madya. Tentunya, ini pas dengan strata Liga 3. Tercatat, sekitar 95 persen pemain merupakan mahasiswa Unsa. Sisanya pemain Porprov di Solo.

Rio yang juga berstatus sebagai sebagai Ketua Askot PSSI Surakarta harus tetap memperhatikan potensi pemain di tim Porprov Solo. Kebetulan, tim Porprov Solo juga sedang mempersiapkan diri, namun sampai sekarang jadwal Porprov belum fix. Sehingga, anak yang tidak mendapatkan tim di Liga 3 untuk sementara digabungkan ke tim Unsa. Ini tidak termasuk pemain senior.

Coach Agung juga masih memegang tim Porprov Solo. Jadi beberapa pemain dimasukkan ke tim kami, agar aura kompetisinya tetap ada,” tambah Rio.

Disinggung soal benturan jadwal latihan dan produktivitas pemain yang mayoritas mahasiswa, Rio mengungkapkan pemain tetap kuliah di pagi hari. Kemudian, tetap latihan rutin. “Kadang latihan pukul 1 siang. Latihannya di beberapa lapangan. Termasuk lapangan Yonif/413 dan lapangan Kadipolo. Sebagian sesi juga dilaksanakan di lapangan Karangasem,” bebernya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Unsa FC #Mantan Pelatih Persis Solo #agung setyobudi #Pelatih Unsa FC