”Meskipun waktu latihan terbilang kurang, tapi Insya Allah kami bisa mengatasinya,” ungkap Manajer Persebi Boyolali Kukuh Hadiatmo.
Di lain sisi, Kukuh mengaku kebijakan pembagian grup kali ini tidak akan mengeluarkan banyak biaya. Sebab setiap tim terbagi berdasarkan zona, dan peserta di setiap grup juga hanya tiga klub di babak penyisihan nanti. “Home base kami akan gunakan Stadion Kebo Giro di Desa Paras, Cepogo,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya kompetisi Liga 3 2022 Zona Jateng, resmi akan diikuti 39 klub dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Tengah. Kickoff kompetisi ini akan dimulai 18 September mendatang.
Dari hasil manager meeting dan workshop klub Liga 3 Jateng di Hotel Plaza Semarang, Selasa (13/9), seluruh peserta akan dibagi kedalam 13 grup. Itu artinya setiap grup akan terdiri dari tiga klub.
Eks Karesidenan Surakarta diwakili delapan tim. Kota Solo dipastikan punya tiga wakil, yakni AT Farmasi FC, Putra Surakarta, dan Universitas Surakarta (Unsa) FC. Dari hasil pembagian grup juga dipastikan satu klub asal Solo lainnya yakni Persis Muda Gotong Royong kembali absen di Liga 3. Terakhir kali klub milik Askot PSSI Surakarta tersebut berkompetisi, 2017 silam.
Wakil eks Karesidenan Surakarta dipastikan akan masuk diantara tiga grup di babak penyisihan nanti. Grup I terdiri dari Persika Karanganyar, Persiwi Wonogiri, dan Unsa FC. Sedangkan Persebi Boyolali akan bersaing dengan PSIK Klaten, dan AT Farmasi di grup J. Untuk Grup K Persiharjo Sukoharjo dan Putra Surakarta akan bertemu klub tetangga Persipur Purwodadi.(nis/nik) Editor : Niko auglandy