“Dari 24 pemain, empat di antaranya senior. Tiga pemain senior bisa dimainkan dalam laga sesuai dengan regulasi," terang manajer Persiwi Wonogiri Budi Narwanto, Rabu (14/9).
Diakui Budi, hampir 50 persen pemain Persiwi Wonogiri adalah warga luar Kota Sukses. Kenapa tidak dipilih talenta asli Wonogiri? Dia menyebut karena ada faktor pembatasan usia dan sebagainya.
"Ada juga orang Wonogiri bermain di tim lain, nggak sedikit yang seperti itu. Mungkin karena masa persiapan kami yang mendadak, mereka mengira Persiwi Wonogiri tidak ikut Liga 3," paparnya.
Ditambahkannya, berdasarkan drawing, Persiwi Wonogiri masuk di Grup I bersama Persika Karanganyar dan UNSA FC.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, ada 39 tim yang dibagi menjadi 13 grup. Nantinya diambil juara grup dan lima runner up terbaik untuk masuk di 18 besar. Persiwi bakal melakoni laga tandang terlebih dahulu melawan Persika Karanganyar.
Terkait target Persiwi, Budi menegaskan siap bermain mati-matian meskipun persiapan tim relatif mendadak dibandingkan tim lainnya.
Sementara itu, rencananya, Stadion Pringgodani bakal menjadi markas Persiwi. Budi berharap Persiwi juga bisa bermain di Stadion Pringgodani. Sebab, pecinta bola Kota Sukses sudah rindu melihat tim kebanggannya berlaga di kandang sendiri.
Ditambahkan Budi, Persiwi telah melakukan latih tanding dengan tim lokal. Berlanjut dengan tim Liga 3 lainnya, yakni Persiharjo Sukoharjo. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram