Laskar Sambernyawa layak berterima kasih kepada Rasiman. Meski hanya berstatus pelatih karteker, Rasiman mampu menghidupkan permainan Laskar Sambernyawa. Sepeninggalan Jacksen F. Tiago yang mundur dari kursi kepelatihan, per 19 Agustus lalu.
Dari lima kali membesut Fabiano Beltrame dkk, total tujuh poin disumbangkan Rasiman. Lebih tepatnya hasil dari dua kali menang dan sekali seri. Sedangkan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Menariknya lagi, dua kali kemenangan yang dipersembahkan Rasiman, semuanya melawan tim-tim raksasa. Dan itu terjadi di laga perdana dan terakhir Rasiman mengarsiteki Persis. Kemenangan pertama diraih saat membekuk Madura United 1-0 (23/8), yang saat itu memimpin klasemen.
Victory kedua sekaligus terakhir bagi Rasiman, didapat tadi malam. Serdadu Tridatu (julukan Bali United) yang datang sebagai penghuni posisi ketiga, dibuat bertekuk lutut. Bahkan sejak kickoff, kendali permainan mutlak dikendalikan kubu Persis.
Berkali-kali barisan pertahanan Bali United keteteran menahan agresivitas para winger dan fullback Persis. Saking paniknya, bomber Samsul Arif Munip sempat dijatuhkan bek Bali United Haudi Abdillah di kotak terlarang pada menit ke-7.
Tanpa ragu wasit Juhandri Setiana langsung menunjuk titik putih. Tapi beruntung bagi tim tamu. Kiper mereka Nadeo Argawinata bermain cukup menawan. Dia mampu mengantisipasi penalti Alexis Messidoro, yang diarahkan ke sisi kiri.
Gol yang ditunggu publik bola Kota Bengawan hadir pada menit ke-30. Ryo Matsumura mencetak gol perdananya bagi Persis. Setelah mengonversikan umpan manis Gavin Kwan yang menyisir sisi kiri pertahanan Bali United.
Kesialan Bali United bertambah, setelah harus bermain dengan 10 pemain pada menit ke-27. I Made Andhika diganjar kartu kuning kedua, setelah kedapatan melabrak kaki Irfan Jauhari. Setelah momen ini, nyaris tidak ada kejadian istimewa dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Usai jeda, performa Persis makin menggila. Tercatat 15 kali percobaan shooting dilepaskan skuad asuhan Rasiman, dengan lima di antaranya on target. Berbanding terbalik dengan catatan Bali United, yang hanya bisa mencatat 11 kali percobaan, dengan dua di antaranya berhasil mendarat di pelukan kiper Persis M. Riyandi.
Dan lagi-lagi Ryo Matsumura membuktikan kelasnya. Dia memperlebar keunggulan Persis menjadi 2-0, sekaligus mencatatkan brace pada menit ke-60. Berawal dari penetrasi M. Abduh Lestaluhu dari sisi kiri, umpan mendatarnya mengarah ke kaki Matsumura. Sekali kontrol, bola langsung dihajar ke pojok kanan gawang Nadeo.
Sambernyawa bisa saja mengakhiri laga dengan kemenangan lebih besar. Andai saja gol Messidoro di masa injury time tidak dianulir wasit. Gol tersebut tidak disahkan, karena sebelumnya bola sempat menyentuh tangan Ferdinand Sinaga, ketika terjadi skrimit di depan gawang Nadeo.
“Kami coba memanage beban. Kami ingin main defensif. Akhirnya Bali tidak bisa berkembang dan kami punya kans besar untuk mengontrol permainan. Hingga akhirnya kami bisa menang,” kata Rasiman usai laga.
Kemenangan ini membawa Persis naik ke posisi ke-13 klasemen sementara dengan tabungan 10 poin. Hasil dari tiga kali menang, sekali imbang, dan enam kali kalah. Tak hanya itu, Rasiman juga akan tidur nyenyak sembari tersenyum lebar. Karena bisa memberikan kado perpisahan terindah berupa kemenangan.
“Saya masih punya kontrak di sini (Persis Solo). Saya serahkan ke owner untuk memutuskan. Saya tetap jalani tugas sebaik mungkin di tim. Mudah-mudahan (manajemen) klub bisa memberikan solusi yang terbaik buat tim,” imbuh Rasiman.
Dari kubu lawan, hasil tadi malam layak disesali. Tak hanya kehilangan kans mengudeta Madura United di posisi puncak. Skuad asuhan Stefano Cugurra ini juga harus rela posisinya merosot ke peringkat ketiga. Digeser PSM Makassar yang di laga kemarin menahan imbang tuan rumah Dewa United 1-1.
“Di awal pertandingan waktu skor 0-0, kami punya peluang. Saat mereka (Persis) mencetak gol pertama, kami masih bisa kejar. Tapi ternyata kami kehilangan satu pemain, dan itu mulai terasa berat,” ujar pelatih yang akrab disapa Teco tersebut.
Ya, Teco mengakui kehilangan satu pemain cukup menyulitkan timnya. “Babak kedua kami mulai menyerang lagi. Tapi mereka bisa mencetak gol kedua. Setelah dua gol itu, kami anggap sudah selesai. Karena mereka terus menyerang dan bermain cukup baik,” bebernya. (nis/nik/fer) Editor : Damianus Bram