Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bali United Kena Shock Therapy ala Rasiman: Jeli Posisikan Matsumura

Damianus Bram • Sabtu, 17 September 2022 | 14:15 WIB
SELEBRASI: Ryo Matsumutra bersama beberapa pemain Persis Solo merayakan gol yang berhasil dia cetak di gawang Bali United, Kamis (15/9). Dalam laga ini Persis Solo berhasil mengalahkan Bali United denga skor 2-0. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SELEBRASI: Ryo Matsumutra bersama beberapa pemain Persis Solo merayakan gol yang berhasil dia cetak di gawang Bali United, Kamis (15/9). Dalam laga ini Persis Solo berhasil mengalahkan Bali United denga skor 2-0. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Publik bola Kota Bengawan pasti masih terbawa euforia kemenangan Persis Solo atas Bali United di Stadion Manahan, Kamis malam (15/9). Di luar dugaan tim tamu yang berstatus juara back-to-back Liga 1 dibuat limbung. Dihajar dua gol tanpa balas. Hasil ini tak lepas dari tangan dingin Rasiman dalam meramu strategi Persis.

Memang, status Rasiman hanya sebatas karteker Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–. Tugasnya meracik tim  maksimal hanya sebulan, tepatnya hingga 22 September nanti. Berbanding jauh dengan Stefano Cugurra yang berdiri mengawal bench Serdadu Tridatu (sebutan Bali United).

Lemari piala pelatih impor asal Brasil yang akrab disapa Teco ini sudah dihiasi tiga gelar juara Liga 1. Dua dipersembahkan untuk Bali United (2019 dan 2022). Sedangkan satu tofi lagi diraih saat membesut Persija Jakarta (2018). Artinya, Teco mungkin  satu-satunya pelatih yang meraih hat-trick gelar juara Liga 1 secara beruntun.

Meladeni Teco yang punya segudang prestasi, Rasiman tidak keder sama sekali. Justru kejeliannya meramu skuad Persis Solo layak diacungi jempol. Bagaimana tidak, Persis tampil lebih dominan dalam laga yang diibaratkan pertempuran David versus Goliath tersebut.

Tanpa diperkuat bomber impor asal Spanyol Fernando Rodriguez yang cedera, bond kebanggan wong Solo berani tampil terbuka. Bermain lebih agresif sejak menit pertama. Permainan cepat dibarengi tusukan-tusukan berbahaya dari sisi flank kanan dan kiri, intens diperagakan Fabiano Beltrame dkk hingga peluit panjang dibunyikan.

Nah, bintang kemenangan Persis atas Bali United, siapa lagi kalau bukan Ryo Matsumura. Brace-nya pada menit ke-30 dan 60’ gagal dibalas tim tamu. Menariknya, pemain asal Jepang ini lebih leluasa mengacak-acak gawang Bali United yang dikawal Nadeo Agrawinata, setelah menempati posisi baru. Sebagai gelandang serang, tepat di belakang lone striker yang dipercayakan kepada Samsul Arif Munip.

“Posisi di belakang striker cukup tepat untuk Ryo yang memiliki kecepatan. Hasil analisa saya, beberapa pemain perlu digeser ke posisi baru. Di situ mereka bisa lebih berkembang. Dan di laga lawan Bali United, saya melihat itu keputusan tepat,” kata Rasiman, kemarin (16/9).

Ya, Rasiman memiliki kelebihan dalam menempatkan pemain yang tepat pada posisinya, alias the right man on the right place. Meski sering beroperasi di sektor winger kiri, Rasiman berani menempatkan Ryo sebagai gelandang serang. Berdampingan dengan Alexis Messidoro, yang posisi agak ditarik sedikit ke belakang. Mereka disokong dua winger yang lebih fresh, yakni Irfan Jauhari di kiri dan Alfath Fathier di kanan.

Rasiman juga berani melakukan perjudian, dengan menempatkan M. Shulton Fajar sebagai pivot. Sebagai breaker yang menempati posisi tepat di depan kuartet lini belakang. Padahal pos ini lebih cocok ditempati Taufiq Febriyanto atau Chrystna Bhagascara.

Gambling tersebut terbukti jitu. Shulton berhasil menetraliasi serangan yang dibangun Bali United melalui jenderal lapangan tengah mereka Eber Bessa.

Perubahan lainnya, juga terlihat di kompartemen lini belakang. Gavin Kwan agak ditarik ke belakang sebagai fullback kanan. Menggantikan Andri Ibo yang digeser posisinya ke tengah. Mendampingi el capitano Fabiano Beltrame.

Dan satu lagi taktik yang berhasil diterapkan Rasiman, yakni memainkan Samsul Arif sebagai starter. Terbukti pada menit ke-7, Persis mendapat kado penalti dari wasit. Setelah akselerasi Cak Sul (sapaan akrab Samsul Arif) dijatuhkan Haudi Abdillah di kotak terlarang.

“Saya rasa dia (Samsul Arif) creating dangerous untuk pemain Bali. Samsul Arif itu pemain licin. Dia bermain bagus. Ya meskipun tidak mencetak gol,” imbuh Rasiman.

Sayang, eksekusi Messidoro gagal membuahkan hasil. Sepakannya ke arah kanan cukup lemah. Sehingga mudah disergap Nadeo Agrawinata.

“Penalti kembali lagi ke mental player dan tekanan dari sebuah pertandingan. Apalagi Bali United itu top team. Mungkin pemain (Messidoro) agak nervous,” beber Rasiman.

Sementara itu, meski terbukti racikannya cukup mumpuni, manajemen Persis sepertinya punya pemikiran lain. Manajemen memastikan duel kontra Bali United merupakan yang terakhir bagi Rasiman. Sesuai klausul kontrak di awal, di mana Rasiman hanya menjadi karteker, maksimal sebulan.

Kini, tugas terdekat manajemen adalah mengumumkan pelatih baru Laskar Sambernyawa. Karena kabar ini sangat dirindukan publik bola Kota Bengawan, pasca muncurnya Jacksen F. Tiago, 19 Agustus silam. Rencananya, pelatih baru tersebut sudah memimpin Persis saat menjamu PSM Makassar di Stadion Manahan, 29 September mendatang.

“Akan kami umumkan dalam waktu dekat. Saya enggan membocorkan siapa namanya, asal klubnya, atau kisi-kisi lainnya. Yang pasti coach Rasiman terkendala lisensi (pelatih Liga 1),” terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona. (nis/nik/fer) Editor : Damianus Bram
#Coach Rasiman #persis solo #Bali United #persis solo vs bali united