Kabarnya jika pelatih baru belum ditetapkan setelah masa caretaker habis, manajemen sebuah klub Liga 1 akan dikenakan denda. Menurut Rasiman, hal ini sudah menjadi rahasia publik.
“Kena denda pastinya. Dokter tidak ada saja, bisa Rp 50 juta dendanya. Apalagi pelatih, bisa lebih. Saya rasa semua sudah tahu itu. Saya ikut manajemen saja,” ungkap Rasiman kepada Jawa Pos Radar Solo di Stadion UNS, Senin sore (19/9).
Sesuai regulasi, Rasiman hanya bisa menahkodai Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo) selama satu bulan. Dia memulai tugasnya di posisi ini sejak 20 Agustus lalu. Sebelumnya dia menjabat sebagai koordinator akademi Persis Solo.
Karena lisensinya yang masih A AFC, tentu membuatnya tak bisa jadi head coach klub Liga 1 musim ini. Mengingat minimal lisensi pelatih kepala harus setara AFC Pro.
“Saya datang dari posisi direktur akademi (Persis Youth) untuk melakukan transisi dan sedikit pembenahan yang bisa saya berikan. I do my job. Done (saya melakukan pekerjaan saya. Selesai). Sekarang tinggal tunggu keputusan dan perintah direktur (owner Persis Solo),” ujar Rasiman.
Meski masanya berakhir, Rasiman mungkin masih memimpin latihan Persis sebelum pelatih kepala diumumkan. Atau lebih tepatnya sebelum laga Persis kontra PSM Makassar, 29 September mendatang.
“Selama belum ada match lagi, saya rasa masih aman untuk training. Nah, untuk upcoming event saya masih menunggu keputusan. Sementara ini ya saya di Persis Solo. Saya available for everyday job (bersedia untuk pekerjaan sehari-hari) karena tugas saya seperti itu selama ini. Jadi dirasa tidak ada masalah untuk latihan,” tambah eks asisten pelatih Madura United tersebut.
Rasiman menegaskan akan menghormati segala keputusan manajemen. Dia merasa tim manajemen sudah merancang evaluasi yang cukup komprehensif dari lima laga terakhir yang di bawah komandonya.
“Ini bukan soal kalah menang. Namun, soal improvement. Yang mana hal tersebut hanya diketahui oleh kami dan tim manajemen,” ujarnya.
Dalam lima laga terakhir, Rasiman berhasil membawa Persis Solo mengantongi tujuh poin. Hasil catatan dua kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Catatan Rasiman memang lebih baik dari head coach Persis sebelumnya, yakni Jacksen F. Tiago di awal musim. Yang mana pelatih yang membawa Persis jadi juara Liga 2 2021 tersebut, hanya bisa mencatatkan rapor satu kemenangan, dari lima laga Persis di awal musim. Empat kekalahan beruntun membuat posisinya tak aman, hingga membuat coach Jacksen mengundurkan diri dari posisinya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram