Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kiprah Klub-Klub Eks Karesidenan Surakarta di Liga 3 

Damianus Bram • Sabtu, 24 September 2022 | 14:15 WIB
Para pemain Belitong FC merayakan kemenangan atas Persida Sidoarjo di Stadion Benteng, Tangerang, kemarin. (Instagram/Belitong FC )
Para pemain Belitong FC merayakan kemenangan atas Persida Sidoarjo di Stadion Benteng, Tangerang, kemarin. (Instagram/Belitong FC )
SOLO - Demam kompetisi Liga 3 Zona Jawa Tengah (Jateng) melanda eks Karesidenan Surakarta. Bagaimana tidak, total ada delapan wakil yang terjun di kompetisi kasta ketiga tersebut. Minus Kabupaten Sragen yang tak mengirim wakilnya. Nah, dari delapan klub ini, Persika Karanganyar dan PSIK Klaten yang skuadnya paling mewah.

Laskar Singo Lawu (julukan) Persika Karanganyar paling serius mempersiapkan tim, jelang kickoff Liga 3 Zona Jateng musim ini. Persiapan tersebut diwujudkan dari sisi teknis maupun nonteknis.

Dari sisi nonteknis, seluruh penggawa Persika dimanjakan dengan bus baru. Bus tersebut sengaja di-branding dengan ,menonjolkan aura sepak bola khas Bumi Sukowati. Terpampang pula gambar Ketua Umum (Ketum) Persika sekaligus Bupati Karanganyar Juliyatmono. Termasuk launching tim Persika di Kolam Renang Intanpari, tadi malam, diklaim sebagai yang paling meriah dibanding kontestan asal eks Karesidenan Surakarta lainnya.

Persiapan dari sisi teknis tak kalah mengkilap. Dibuktikan dari sederet nama kondang di jajaran kepelatihan. Eks pelatih Persis Solo musim kompetisi 2015 Aris Budi Sulistyo duduk di kursi direktur teknik.

Pria yang akrab disapa ABS ini akan membantu kinerja Yusni Adi sebagai nakhoda tim. Dibantu Syaiful Bachri sebagai asisten dan Dian Rompi di pos pelatih kiper. Sebagai catatan, dua nama terakhir juga pernah membela panji Persis Solo di era Divisi Utama.

Satu lagi yang membuktikan kelas Persika, yakni merapatnya Wimba Sutan. Striker 35 tahun kelahiran Malang, Jawa Timur ini sudah makan asam garam di kancah sepak bola nasional. Dia pernah memperkuat Persebaya Surabaya, Gresik United, Persik Kediri, dan Hizbul Wathan. Terakhir dia berseragam Semen Padang di kompetisi Liga 2.

“Kami berharap Persika bisa lolos ke Liga 2 musim ini. Kami berharap Karanganyar bisa lebih dikenal, salah satunya lewat sepak bola melalui prestasinya,” ungkap Ketum Persika Juliyatmono.

Persiapan tak kalah optimal dilakukan tim tetangga PSIK Klaten. Klub ini bahkan mendapat support penuh dari Pemkab Klaten dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI setempat. Sampai-sampai launching tim diakomodasi di Pendapa Pemkab Klaten, kemarin (23/9).

“Harapan pemerintah daerah dan masyarakat untuk PSIK, ke depannya bisa membanggakan dengan memenangkan pertandingan. Semoga usaha dan latihan yang sudah dilakukan, dapat membuahkan hasil maksimal,” harap Bupati Klaten Sri Mulyani yang hadir dalam launching.

Skuad PSIK musim ini tak kalah mewah. Dari 25 pemain yang diusung, terdapat nama Andrid Wibowo. Winger kenyang pengalaman yang pernah membela Persis Solo dan PSS Sleman.

“Kami optimistis. Setidaknya di laga perdana melawan Persebi Boyolali (Minggu, 25/6) bisa mencuri poin di kandang lawan. Syukur-syukur bisa memenangkan pertandingan,” koar Andrid.

Dukungan juga diberikan Ketua Askab PSSI Klaten Jajang Prihono. Dia menjanjikan bonus menggiurkan, jika PSIK Klaten lolos penyisihan Grup J. Di grup ini, PSIK tergabung bersama Persebi Boyolali dan AT Farmasi Solo.

“Maksimalkan segala usaha saat bertanding. Ukir prestasi sejauh mungkin di Liga 3 Zona Jawa Tengah. Kami janjikan bonus apabila lolos grup,” beber Jajang.

Di saat Persika dan PSIK mengusung skuad mewah, beda dengan enam klub tetangga yang juga dari eks Karesidenan Surakarta. Sebut saja Unsa FC, AT Farmasi, Persebi Boyolali, Persiharjo Sukoharjo, Putra Surakarta, hingga Persiwi Wonogiri.

Keenam klub ini lebih mengandalkan  potensi pemain muda. Salah satunya AT Farmasi. Klub yang memilih bermarkas di Stadion Kridanggo Salatiga ini hanya mengandalkan seorang pemain senior, yakni Sidik Kuncoro. Eks gelandang serang Persis Solo musim 2013-2014.

“Target kami seperti air mengalir. Tetap ada target untuk lolos ke babak selanjutnya. Tapi yang paling penting, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Pelatih AT Farmasi Anom Putrantoro.

Beralih ke kubu Persebi Boyolali. Klub berjuluk Laskar Pandanarang ini bahkan harus mebentuk skuad mulai dari nol. Karena seluruh pemain yang berhasil membawa Persebi lolos putaran nasional musim lalu, pilih hengkang ke klub lain. Sebut saja strikr gaek Joko Sasongko, hingga el capitano Dedi Cahyono Putro.

“Berbagai persiapan sudah kami jalani. Memang tidak mudah, ketika harus membangun tim dari nol. Tapi kami tetap optimistis. Ada progres bagus dari sisi permainan,” terang Pelatih Persebi Imran Amirullah.

Setali tiga uang, Persiwi Wonogiri yang baru bangun dari tidur panjangnya, juga mengusung skuad usia muda. Mayoritas putra daerah Kota Sukses.

“Persiapan tim lain sudah beberapa bulan. Bedang dengan kami yang terbilang mendadak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin,” kata Manajer Persiwi Wonogiri Budi Narwanto.

Sementara itu, Liga 3 Zona Jateng dibuka duel Persiku Kudus versus PSDB Demak di Stadion Wergu Wetan, 18 September lalu. Pertandingan berakhir imbang 1-1. Kompetisi kembali dilanjutkan akhir pekan ini, tepatnya Minggu (25/9). Serta Sabtu (2/10) pekan depan. (mg8/ren/al/rud/nik)

PUTRA SURAKARTA

UNSA FC

AT FARMASI

PSIK KLATEN

PERSEBI BOYOLALI

PERSIKA KARANGANYAR

PERSIHARJO SUKOHARJO

PERSIWI WONOGIRI
Editor : Damianus Bram
#AT Farmasi #Unsa FC #persiharjo sukoharjo #Persebi Boyolali #Persiwi Wonogiri #Liga 3 2022 Zona Jateng #asprov pssi jateng #Persika Karanganyar #PSIK Klaten #Putra Surakarta