Mendatangkan mantan bomber Persebaya Surabaya hingga Persik Kediri Wimba Sutan Fanosa ke Bumi Intanpari, tentu jadi sebuah keputusan tepat. Wimba sukses mencetak hattrick di laga ini. Dicetaknya di menit ke-5', 37', 48'. Menariknya, duet mautnya Muhammad Arif I'tibar juga sukses buat catatan serupa di papan skor. Dimana dia mencetak hattrick di menit ke-53', 62', dan 68'. Di kubu lawan, Persiwi hanya bisa membalas dengan sebutir gol. Itupun lewat tendangan bebas Pedhi Apriyanto yang terjadi di menit ke-42'.
"Alhamdulillah kami bisa meraih tiga poin perdana. Menurut kami, kemenangan ini bisa dijadikan jalan untuk menapak ke pertandingan selanjutnya," tutur Direktur Teknis Persika Karanganyar Aris Budi Sulistyo (ABS) kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga.
Dalam laga ini, Persika menerjunkan sebelas pemain terbaiknya. Mulai dari Faudhy Vernand Putra Pratama (pg), Ichsan Muhammad Aji, Alfani Ababi Sholikin, Tri Bima Septa Bayu Aji, dan Batis Kristu Buana. Beberapa pemain lainnya yakni Irfan Ariyanto, Wimba Sutan Fanosa, Lukmansah, Bagus Yuli Pradita, Akbar, serta Muhammad Arif I'tibar.
Sementara itu, Laskar Gajah Mungkur (julukan Persiwi Wonogiri) menampilkan Raynando Cahaya Sukma, Hendra Adnan Bukhori, Irvan, Seno Bayu Aji Arinanto, dan Gery Kantona. Selanjutnya, Manda Ridwan Hidayat, Pedhi Apriyanto, Basten Tri Pamungkas, Oktaviano Iqbal Rahmadanu, Rizal Panaendra Kurniawan, serta Aqmal Jalu Waskitho.
Jalannya pertandingan sejatinya cukup berimbang. Tapi sebagai tuan rumah, Persika tampil lebih percaya diri. Buktinya, pada menit ke-5', Persika mampu mencetak gol lewat kaki Wimba. Tak cukup puas, Wimba kembali menunjukkan kualitasnya dengan menyumbang gol lagi pada menit ke 37'.
Tak mau berlarut pada ketertinggalan, Persiwi mencoba untuk menyerang balik Persika. Pertahanan Persika yang kosong dipergunakan Basten Tri Pamungkas untuk melaju cepat ke area tersebut. Ini membuat penjaga gawang Persika keluar kotak penalti dan melanggar Basten. Alhasil, penjaga gawang Persika terkena kartu merah. Persiwi mendapat kesempatan tendangan bebas, dan dimanfaatkan betul untuk jadi gol pada menit ke 42', lewat kaki Pedhi.
"Setelah kami leading 2-0, konsentrasi kami menurun. Ini mengakibatkan pelanggaran terjadi. Bahkan wasit sampai mengeluarkan kartu merah. Alhasil lawan diberi tendangan bebas. Nah yang lebih menyakitkan itu, dari tendangan tersebut ternyata gol terjadi," ungkap eks pelatih Persis Solo musim 2015 tersebut.
Walau sudah unggul 2-1 di babak pertama, Persika belum puas. Walau kalah jumlah pemain, Persika masih superior. Buktinya empat gol tambahan di babak kedua sukses mereka ciptakan. Wimba dan I'tibar kembali menebar pesona dengan gol-gol tambahan mereka di laga ini. Skor akhir 6-1 jadi pembuktian bahwa Persika siap membidik tiket ke babak nasional Liga 3 nasional musim ini.
"Tapi masih banyak yang harus kami benahi untuk laga kedepannya. Termasuk kelemahan komunikasi kami hari ini. Anak-anak sebenarnya sudah kumpul dua bulan, tapi mungkin di pertandingan perdana kompetisi resmi ini anak-anak sedikit nervous," ujar ABS.
Sementara itu, Pelatih Persiwi Wonogiri Lilik Agung mengaku kekalahan ini. Dia mengakui persiapan timnya minim dalam menyambut kompetisi ini. Kekalahan ini digunakan untuk bahan evaluasi timnya untuk menatap laga berikutnya.
"Memang harus lebih banyak belajar lagi secara teknis. Dengan hasil semacam ini menurut kami sudah lumayan bagus. Kami sudah tahu materi yang kami miliki. Sebenarnya, di awal kami ada strategi khusus. Namun kenyataannya dalam segi fisik dan teknik kami masih sangat kedodoran," jelas Lilik. (nis/nik) Editor : Damianus Bram