Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Efek Tragedi Kanjuruhan, Laskar Sambernyawa Ikut Berduka

Damianus Bram • Senin, 3 Oktober 2022 | 02:46 WIB
BAHAN EVALUASI: Ilustrasi suporter Persis Solo yang membentangkan spanduk bentuk keprihatinan. (PERSIS SOLO OFFICIAL)
BAHAN EVALUASI: Ilustrasi suporter Persis Solo yang membentangkan spanduk bentuk keprihatinan. (PERSIS SOLO OFFICIAL)
SOLO – Tragedi dalam derby Jatim antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang (1/10), membuat roda kompetisi Liga 1 2022/2023 terpaksa harus berhenti sementara waktu. Keputusan pemberhentian kompetisi tersebut diumumkan setelah PT LIB mendapatkan arahan dari ketua umum PSSI.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," tegas Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Manajemen Persis Solo mengakui turut berbela sungkawa dan berduka cita kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan atas apa yang terjadi di Malang.

“Keluarga Persis berbela sungkawa pada insiden di Kanjuruhan. Semoga ini jadi yang terakhir dan tak terulang lagi,” tutur Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Penundaan Liga 1 selama sepekan tentu membuat banyak pertandingan batal digelar pekan ini. Harusnya kemarin sore (2/10) el clasico sepak bola Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta akan tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, namun dengan terpaksa harus ditunda.

Begitu juga dengan laga Persis Solo di pekan ke-13’ melawan RANS Nusantara FC yang harusnya digelar di Stadion Manahan (6/9), dipastikan batal diselenggarakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Arema FC yang dilarang untuk jadi tuan rumah lagi hingga akhir kompetisi, itu artinya jadwal Persis yang harusnya melawan Arema FC di Kanjuruhan, 14 Oktober mendatang bisa jadi akan ditunda atau digelar di lokasi berbeda.

“Secara jujur kami belum memikirkan soal penundaan kompetisi. Karena saya rasa semua ekosistem tengah memikirkan apa yang terjadi di Malang. Kami semua berkabung. Bukan hanya di Malang tapi di Indonesia juga. Saya rasa fokus kita akan kesitu dulu, mengawal supaya ada evelausi ada penyelesaian, dan tanggung jawabnya,” paparnya.

“Kalau ada keputusan penundaan kompetisi kami patuh pada regulasi. Yang penting kita ambil pelajaran di Malang, supaya tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tuturnya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Arema FC vs Persebaya #persis solo #arema fc #Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan #Tragedi Kanjuruhan #stadion kanjuruhan