Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Anthem Persis Solo dan PSS Sleman Berkumandang di Stadion Mandala Krida

Niko auglandy • Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:11 WIB
Suporter Jogja, Solo, Sleman hingga Semarang menyalakan lilin usai gelar salat gaib dan doa bersama di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta untuk korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, Selasa malam (4/10). (GUNTUR AGA/RADAR JOGJA)
Suporter Jogja, Solo, Sleman hingga Semarang menyalakan lilin usai gelar salat gaib dan doa bersama di Stadion Mandala Krida, Jogjakarta untuk korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, Selasa malam (4/10). (GUNTUR AGA/RADAR JOGJA)
RADARSOLO.ID - Sebuah kejadian bersejarah terjadi di Stadion Mandala Krida Jogja, Selasa malam (4/10). Dimana beberapa elemen suporter yang sebelumnya akrab dengan friksi andai kedua suporter saling bertemu, ternyata dalam acara ini sama sekali tak terjadi.

Malahan, suasana keakraban benar-benar terasa. Tiga elemen supter resmi berdamai. Baik supporter PSIM Jogja dengan PSS Sleman, begitu juga dengan suporter PSIM dengan Persis Solo.

Bahkan yang tak kalah menarik , tiga anthem klub tersebut dinyanyikan secara bergantian. Anthem Persis Solo berjudul Satu Jiwa berkumandang lebih dulu, dan dinyanyikan ribuan suporter yang hadir di acara ini. Setelah itu anthem PSIM yakni Aku Yakin Dengan Kamu lanjut ikut dikumandangkan, dan terakhir dilanjutkan anthem PSS Sleman Sampai Kau Bisa juga ikut dinyanyikan bersama-sama.

Semua suporter kompak menyanyikan anthem yang dikumandang, walaupun itu bukan klub yang dibelanya. Semua khidmat menyanyikan setiap anthem, dengan cukup lantang.

Situasi ini jelas jadi sebuah bentuk kedewasaan suporter di tanah Mataram. Ini jadi simbol pembuktian bahwa perdamaian antar suporter bukan suatu hal yang tak mungkin. Suporter PSIM Jogja, Persis Solo, dan PSS Sleman sudah membuktikan.

Tujuan pertemuan ini salah satunya juga untuk menggelar doa bersama, khususnya untuk suporter Arema FC yakni Aremania yang tengah berduka. Mengingat pada 1 Oktober lalu ratusan pendukungnya jadi korban saat menonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Tak hanya doa bersama, suporter di Mandala Krida juga melakukan salat isya berjamaah dan salat gaib untuk yang muslim. “Sudah saatnya kita bersatu. Semoga juga menular ke kota lain,” ungkap Dirigen Pasoepati Agus Warsoep.

Ketua DPP Brajamusti Muslich Burhanuddin juga berharap acara ini semoga menjadi langkah awal untuk menghilangkan setiap kebencian yang sempat terjadi antarsuporter. “Mari kita mewariskan hal positif ke anak-cucu kita agar sepak bola Indonesia penuh sukacita," ucapnya. (cr5/din/JPG/nik) Editor : Niko auglandy
#psim jogja #persis solo