Persis Solo ternyata pernah bertanding melawan klub asal Johor, 28 tahun lalu. Tepatnya dalam sebuah pertandingan uji coba di Stadion Sriwedari, 5 September 1994. Dimana PSSI memberi kesempatan Persis Solo untuk melawan klub asal Malaysia, Johor Bahru. Persis jadi pilihan, karena baru saja menjadi juara Divisi II nasional 1994, dan jadi runner up Piala Proklamasi 1994 di Semarang.
Ketika bertemu Johor Bahru, kesebelasan Persis berhasil menumbangkan perlawanan lawan. Dalam pertandingan persahabatan tersebut, bond kebanggaan wong Solo menang tipis 3-2. Tiga gol kemenangan Persis disumbangkan oleh Mulyono (30’), Irwan (48’), dan M Jadit (84’). Sedangkan dua gol Johor dilesatkan oleh Ali Ishak dan Gani.
Sejatinya kedua tim sama-sama kuat. Hanya saja, kala itu Persis mendapat suntikan virus semangat dari suporter yang memenuhi Stadion Sriwedari. Yakni Solonisty, Alap-alap Sambernyawa, dan suporter lainnya.
Di babak pertama, Persis mencoba mencecar pertahanan Rozali Dom lewat Yanis Budi dari sayap kanan maupun kiri. Namun serangan tersebut belum membuahkan gol. Persis tak mau menyerah, serangan demi serangan dilontarkan. Akhirnya pada menit ke-30 Persis sukses memimpin pertandingan. Lewat lesatan keras dari Mulyono. Skor sementara 1-0.
“Dulu pemain depannya saya. Bisa striker, sayap kanan, dan sayap kiri,” terang Yanis kepada Jawa Pos Radar Solo ketika ditemui di kantornya, Selasa (8/11).
Tertinggal 0-1, Johor mencoba menyamakan kedudukan. Namun, klub asal negara Jiran tersebut kesusahan menembus pertahanan Persis setelah itu. Tapi akhirnya perjuangan mereka tak sia-sia. Sebelum babak pertama berakhir, Johor menjebol gawang Persis yang dijaga oleh Ratmoko. Tepatnya lewat tendangan keras kaki kiri Ali Ishak.
“Ketat banget memang pertandingan kala itu. Mengingat, Johor juga klub bagus di Liga Malaysia,” ungkap pemain yang dulu bernomor pungguh 23 tersebut.
Memasuki babak kedua, tuan rumah tak mau kendorkan remnya. Alhasil, pada menit ke-48 Persis mampu menambah pundi-pundi golnya lewat Irwan. Saat itu Irwan menerima umpan dari Sukisno.
“Saat itu kami sempat dapat hadiah pinalti. Tapi gagal. Malah, kami yang dapat serangan balik. Kedudukannya jadi 2-2 pada menit ke 66,” ucap Yanis sambil melihat keliping bersejarahnya.
Bermain di depan pendukungnya, Persis tampil trengginas. Bahkan menit ke-84, M. Jadit atau Mudjahit sukses mengubah skor jadi 3-2. Hingga peluit Panjang berakhir, skor kedua tim tidak berubah. Laskar Sambernyawa lah pemenangnya.
Yanis mengakui bangga bisa mendapat kesempatan melawan klub Malaysia tersebut, saat masih jadi pemain. Yanis mengakui Persis zaman dulu, jelas situasinya berbeda dengan Persis di era saat ini.
“Dulu padahal tidak dapat apa-apa (gaji tetap). Masuk Persis saja kami bangga sekali masuk Persis. Tapi ketika melawan Johor, performa Persis memang tengah bagus-bagusnya. Persis dulu memiliki 22 penggawa yang semuanya berdomisili Solo Raya. Pemainnya ndeso kabeh, termasuk saya. Dulu kami di pimpin oleh pelatih Hong Widodo,” jelas pria kelahiran Medan, 15 Januari 1969 tersebut.
Sampai saat ini, Yanis masih aktif dalam dunia sepak bola. Setiap hari, dia latihan di Batik. Kemudian, setiap Rabu dan Jum’at di Sekolah Sepak Bola (SSB) PSG Begajah Sukoharjo sebagai kepala pelatih. (nis/nik) Editor : Niko auglandy