Persis sepertinya harus berterima kasih kepada Ryo Matsumura. Aksi impresif gelandang impor asal Jepang ini berhasil mengacak-acak pertahanan lawan. Diawali dengan assist manja kepada Sutanto Tan, yang mencetak gol perdananya bagi Persis musim ini pada menit ke-4. Belum cukup, pemain berjuluk Tsubasa ini juga mencatatkan brace, masing-masing menit ke-21 dan 49.
“Senang dengan hasil pertandingan ini. Waktu panjang untuk latihan, membuat kami bekerja keras. Saya ingin berterima kasih kepada staf, pemain, dan supporter,” ucap Ryo usai laga.
Pesta gol bond kebanggan wong Solo di tanah Sembada (julukan Sleman), digenapi Fernando Rodriguez (34), bunuh diri bek RANS M. Fadilla Akbar (39), serta Samsul Arif Munip (90+3). Sedangkan sebiji gol balasan RANS dicetak Makan Konate menit ke-75.
“Saya merasa beruntung dengan debutan hari ini (sebagai pelatih di Liga 1). Bersyukur kerja keras ini membuahkan hasil bagus. Namun ini pencapaian kolektif (pemain), dibantu para staf (kepelatihan),” beber pelatih Persis Solo Leonardo Medina usai laga.
Meski berpesta di lanjutan Liga 1 yang sempat terhenti karena tragedi Kanjuruhan, Medina mengklaim RANS bukan lawan kacangan. Terbukti beberapa kali skuad asuhan Rahmad Darmawan ini sempat mengancam gawang Persis yang dikawal Gianluca Pandeynuwu. Beruntung barisan belakang Persis yang dikomandani Andri Ibo, mampu meredam agresivitas para pemain RANS.
Kredit khusus juga layak diberikan kepada Pandeynuwu yang berdiri di bawah mistar. Salah satunya saat menepis tendangan bomber asing Wander Luiz menit ke-20. Padahal Luiz saat itu tinggal one-on-one dengan Pandeynuwu. Andai sepakannya berbuah gol, RANS bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1. Dan kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap hasil pertandingan.
“Kami melakukan pekerjaan bagus di pertandingan kali ini. Kami mencetak banyak gol, tapi bukan berarti RANS lawan yang mudah. Kami semua bekerja keras. Saya senang memiliki pemain yang terus berjuang membawa nama Persis,” imbuh Medina yang didatangkan dari Johor Darul Tazim (JDT) Malaysia tersebut.
Dari kubu lawan, Rahmad Darmawan dengan jantan mengakui kekalahan timnya. Dia menyebut hasil tadi malam bakal jadi bahan evaluasi. Kendati demikian, dia pilih fokus pada kelanjutan kompetisi.
“Kami bersyukur bisa kembali bertanding. Para pemain kami juga tidak ada yang cedera. Apapun hasilnya, membuat kami belajar agar lebih kuat lagi,” ujar pelatih yang akrab disapa RD ini. (nis/fer) Editor : Damianus Bram