Penampilan Unsa sebagai tim debutan memang anti klimaks. "Tentunya, kami menerima hasil ini dan menjadi bahan perbaikan tim Unsa di masa mendatang," ungkap Pembina Unsa FC Rio Arya Surendra kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (23/12).
Meski kalah, Rio cukup bangga dengan pencapaian timnya. Mengingat mereka merupakan tim debutan bersama dua klub Solo lainnya yakni AT Farmasi dan Putra Surakarta.
"Sangat luar biasa pengalaman untuk tim kami, musim debut dan pemain muda debutan juga. Sudah bisa menembus 18 besar Liga 3 Jateng ini, cukup bangga tentunya," ujar pria yang juga Rektor Unsa tersebut.
Tak bisa dibohongi jadwal 18 besar memang sangat menguras energi. Bagaimana tidak, tak ada jeda antara laga pertama dengan kedua di babak ini. Recovery yang minim, jelas membuat performa tim jadi tak maksimal. Terlebih usai laga tim harus kembali ke Solo, dan hanya beristirahat beberapa jam lalu kembali ke Semarang untuk menjalani laga keduanya.
Selain itu dual aga Unsa digelar di siang hari, tepatnya pada pukul 13.00 dan 13.30. Dimana matahari kala itu sedang terik-teriknya.
"Kami harus menjalani pertandingan tiap jam 13.00, selama dua hari berturut-turut. Tanpa ada jeda hari istirahat, tentunya kurang ideal," beber Rio. (nis/nik) Editor : Damianus Bram