Yang mana Setiap tanggal 8 November, beberapa pihak melakukan perayaan hari ulang tahun untuk klub Persis Solo. Namun ada pertanyaan besar yang muncul. Apa benar Persis Solo berdiri 8 November 1923?.
Banyak pihak yang percaya, namun tak sedikit yang juga mempertanyakan kebenarannya.
Perlu penelusuran lebih mendalam lagi. Tentunya untuk memastikan kebenaran terkait tanggal tersebut.
Cukup penting, mengingat Persis adalah klub pendiri PSSI. Dan tentunya jadi salah satu klub Liga Indonesia yang masih eksis hingga detik ini.
Soal munculnya tanggal 8 November 1923, sebagai tanggal berdirinya Persis Solo, kini kita harus melihat apa yang terjadi pada tanggal 8 November 2013.
Dimana, kala itu muncul semua postingan tentang koran lawas di media sosial Twitter.
Yang mana disitu memperlihatkan bahwa Persis berdiri pada tanggal 8 November 1923.
Yang mana kala itu pemilik akun @Persissolo mengunggah repro lembaran koran berbahasa Belanda tersebut. Akun ini bukan official tim Persis.
Potongan koran itu menuliskan Vorstenlandschen Voetbal Bond atau yng disingkat VVB yang merupakan nama awal Persis Solo tertulis berdiri pada tanggal 8 November 1923. Apa yang diunggah oleh akun @Persissolo tersebut, langsung disambut antusias oleh para petinggi Pasoepati.
Seluruh anggota komunitas ini langsung merapatkan barisan dengan melakukan sebuah aksi besar tepat pada tanggal tersebut. Mereka melakukan doa bersama. Sembari menyalakan 90 lilin di Tugu Kebangkitan Nasional. Atau yang kadang disebut juga dengan nama tugu lilin di daerah penumping.
Simbol 90 lilin, mengartikan usia Persis yang saat itu genap berusia 90 tahun. Suasana di Tugu Kebangkitan Nasional begitu ramai. Semua menyambut gembira akan munculnya tanggal berdirinya Persis Solo tersebut.
Sosok penemu koran lawas berbahasa Belanda tersebut adalah Viansyah. Seorang suporter Persis Solo. Kala itu kepada Jawa Pos Radar Solo dia mengungkapkan bahwa, potongan koran lawas tersebut merupakan hasil kiriman dari sang paman. Yang sempat berkunjung di salah satu museum di Utrecht Belanda.
Karena potongan koran tersebutlah, sejak 2013 hingga hari ini, ulang tahun Persis selalu dirayakan setiap tanggal 8 November setiap tahunnya. Namun ternyata ada sedikit kejanggalan tentang fakta yang terjadi di masa lalu tersebut. Apakah benar Persis atau VVB berdiri di tanggal tersebut?
Hal ini menjadi pertanyaan besar. Karena di salah satu dari puluhan koleksi piala Persis Solo di Balai Persis, ada yang berangka tahun lebih tua dari 8 November 1923. Dimana disana terdapat sebuah piala kecil berbentuk seperti sebuah cangkir yang berusia paling tua dari puluhan piala yang ada di dalam lemari bertingkat tiga tersebut. Di badan piala tersebut masih terlihat jelas pahatan, bertuliskan “Klaten 3-9-23” serta “1898-1923” di dindingnya.
Jika merujuk tanggal di piala tersebut. Besar kemungkinan piala ini diberikan hadiah sebuah acara puncak pertandingan sepakbola, yang digelar pas tanggal 3 September 1923.
Tanggal tersebut adalah dua bulan sebelum tanggal berdirinya Persis versi klaim tanggal 8 November.
Jelas situasi ini semakin membuat kita semua jadi bertanya-tanya di dalam hati.
Apa benar Persis berdiri di bulan November 1923, atau malah bisa lebih tua dari tanggal tersebut?
Tapi pertanyaan lainya juga muncul dari piala yang ada di Balai Persis tersebut.
Piala itu apakah dipastikan milik Persis, atau tidak? Kondisi ini jelas tidak bisa ditelan mentah-mentah juga.
Hal ini lantaran Persis merupakan sebuah bond, yang menaungi banyak tim lokal di dalamnya. Bisa saja piala tersebut milik tim lokal yang sudah lebih dulu eksis sebelum Persis berdiri. Seperti Romeo, Mars atau De Leeuw. Tapi bukan tidak mungkin juga, kalau piala tersebut memang adalah piala koleksi awal VVB/Persis saat baru berdiri.
Tapi jika kita merujuk pada tanggal 8 November 1923 pun, tentu masih ada hal yang perlu ditanyakan.
Mengingat di salah satu koran lawas yang tersimpan di Perpustakaan Nasional di Jakarta. Tersimpan koran bernama Darmo Kondo terbitan 31 Maret 1923. Dimana dalam salah satu berita yang ditulis dicetakan tersebut, menjelaskan secara jelas bahwa VVB baru saja didirikan. Koran milik Pribumi terbitan Solo tersebut memberitakan bahwa empat perkumpulan sepakbola lokal.
Yakni Legion, Romeo, Mars, dan De Leeuw, baru saja mendirikan klub bernama VVB. Tulisan di koran Darmo Kondo edisi 31 Maret 1923 itu sendiri berbunyi:
Nyatalah Maju. Dari usaha perhimpunan Jawa voetbal Romeo, Legion, De Leeuw, Mars telah saja memberdirikan bond. Dan bond itu diberikan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond Soerakarta, dan statusnya akan dipohonkan hak recht persoon kepada pemerintah. Majukah kepada sport.
Jika merujuk tulisan di koran tersebut, bisa dipastikan VVB sudah terbentuk beberapa saat sebelum koran ini menerbitkan tulisannya. Entah itu dalam hitungan hari, minggu atau bisa jadi bulan. Jika lebih didalami dari sisi redaksional berita di koran tersebut.
Edisi 31 Maret 1923 hingga beberapa edisi setelahnya, pemberitaan soal sepakbola ternyata cukup banyak muncul dan diberitakan. Seperti ada gaung besar usai VVB didirikan. Bahkan di bulan April 1923 di Kota Solo digelar laga amal yang mengundang banyak tim dari luar Solo untuk menyemarakkan acara tersebut.
Situasi ini jauh berbeda dengan terbitan tanggal 28 Maret ataupun edisi-edisi sebelumnya. Di terbitan 28 Maret 1923, Darmo Kondo sama sekali tak membahas soal pertandingan sepakbola di Solo. Apalagi informasi soal niat membentuk sebuah bond bernama VVB.
Sebaliknya, animo pemberitaan sepakbola Solo mulai menggeliat di hampir tiap edisi setelah pemberitaan pembentukan VVB itu dimunculkan pada akhir Maret 1923.
Jika harus membayang-bayang kapan Persis Solo terbentuk. Bisa saja pada tanggal 28, 29, atau 30 Maret 1923-lah jawabannya. Soal prediksi tiga tanggal di atas, itu hanya sebuah prediksi.
Jawa Pos Radar Solo berasumsi geliat pemberitaan tentang sepakbola mulai menjadi sorotan utama tim redaksi koran Darmo Kondo, setelah VVB berdiri. Saat ini jelas ada dua prediksi yang muncul, Persis berdiri akhir Maret 1923 seperti catatan di koran Darmo Kondo, atau Persis berdiri tanggal 8 November 1923 seperti yang muncul di koran belanda yang muncul di media sosial.
Rasa penasaran akan teka-teki terbentuknya Persis Solo akhirnya semakin bercabang. Khususnya tatkala Radar Solo menemukan halaman penuh dari koran berbahasa Belanda terbitan 21 Februari 1935 yang dicetak oleh Soerabaiasch Handelsblad.
Yang mencengangkan, 90 persen potongan tulisan di koran ini memang hampir sama dengan potongan koran yang ada pada versi 8 November yang disebar oleh salah satu Pasoepati tersebut.
Sayangnya tulisan yang berisi kalimat “(V.V.B werd opgericht op 8 November 1923)” sama sekali tak tertulis di edisi Soerabaiasch Handelsblad.
Situasi ini kini jadi sebuah pertanyaan baru buat pecinta sepakbola di Kota Solo tentunya. Apakah benar, apa yang ditemukan salah satu anggota suporter Solo tersebut adalah koran Soerabaiasch Handelsblad, atau malah bukan? Entahlah.
Atau apakah ada manipulasi data disini, ini juga belum bisa dipastikan. Namun jika kita harus membaca secara utuh, dan mentranslate berita dari Soerabaiasch Handelsblad tersebut ke bahasa Indonesia.
Isi berita ini memberitakan soal adanya perkumpulan sepakbola di Solo, dan Jogja di Hotel Slier Solo. Akhirnya diputuskan untuk membuat tim bernama Vorstenlandschen Voetbal Bond.
Cukup aneh jika melihat narasi ini, mengingat pengurus VVB memutuskan mengganti namanya dari VVB jadi Persis Solo sejak 1933. Efek dari pergerakan sumpah Pemuda yang sudah digaungkan sejak 1928. Dan cukup aneh ketika ada berita yang menuliskan VVB baru saja didirikan pada 1935. Padahal VVB aslinya sudah ada sejak 1923 dan nama itu harus berubah pada 1933.
Ketika Jawa Pos radar Solo mendalami dari koran Soerabaiasch Handelsblad yang berbahasa Belanda terbitan edisi 1935 tersebut lainnya, akhirnya diketahui pada bulan April 1935 klub bernama Vorstenlanden bermain di sebuah turnamen bentukan NIVB. Turnamen ini digelar bersamaan di dua kota, yakni Malang dan Surabaya.
Pesertanya selain Vorstenlanden dan NIVB, ada juga klub Malang, dan Surabaya.
Kala itu anggota NIVB hanya tinggal Surabaya, Malang, Jogja, Solo, dan Tegal.
Bond dari berbagai kota memutuskan keluar dari NIVB. Dan dalam turnamen di Surabaya dan Malang ini, Vorstenlanden pemainnya adalah gabungan dari pemain asal Solo dan Jogja.
Yang mana beberapa pemain dari VBS Surakarta seperti Soemarno, Siswanto, hingga Wisman ada di klub Vorstenlanden ini. VBS sendiri adalah pesaing Persis di Solo. klub ini bentukan Hindia Belanda, yang berkompetisi di NIVB.
NIVB sendiri adalah federasi sepakbola bentukan Hindia Belanda, pesaing PSSI saat Indonesia belum merdeka di dekade 1930 an hingga 1940 an.
Situasi pembahasan diatas jelas membuat sinyal bahwa VVB atau Persis Solo sepertinya memang benar-benar berdiri akhir Maret 1923. Infomasi ini jelas semakin terang benderang.
Tapi kembali lagi, soal mazhab tanggal kelahiran Persis tentu bisa diyakini oleh siapapun. Sesuai keyakinan pribadinya. Entah memilih yang versi akhir Maret atau tanggal 8 November. (nik)
Jika ingin melihat pembahasan ini bisa tonton di Youtube RadarSolo TV dengan judul: "SambernyawaKlopedia #1: Benarkah Persis Solo Berdiri 8 November 1923 ?" atau Klik Link Ini. Editor : Niko auglandy