Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Buntut Liga 2 Dihentikan, Perkecil Peluang Bintang-Bintang Muda Masuk Timnas

Syahaamah Fikria • Sabtu, 14 Januari 2023 | 20:33 WIB
Pemain Gresik United yang dipinjam dari Persebaya Surabaya Dicky Kurniawan melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persipa pada pertandingan Liga 2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, (27/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)
Pemain Gresik United yang dipinjam dari Persebaya Surabaya Dicky Kurniawan melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persipa pada pertandingan Liga 2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, (27/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)


RADARSOLO.ID - Penghentian Liga 2 musim 2022/2023 tak hanya mencederai semangat kompetisi, namun juga membawa dampak buruk bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Khususnya untuk para pemain muda.

Sebab, Liga 2 selama ini menjadi wadah anak-anak muda untuk mencari jam terbang dan unjuk gigi. Dan, musim ini, beberapa di antaranya bahkan sudah jadi andalan di tim masing-masing.

Tak menutup kemungkinan pula para bakat muda itu bisa masuk skuad tim nasional (timnas) Piala Dunia U-20 di kandang sendiri dan U-23 untuk SEA Games 2023 di Kamboja. Dicky Kurniawan yang dipinjam Gresik United dari Persebaya Surabaya, misalnya.

Dicky tampil memikat selama menjalani masa peminjaman. Pemain 20 tahun berposisi gelandang box-to-box itu bermain penuh dalam tujuh laga dan menyumbangkan satu gol.

Jam terbang itu yang memang dia butuhkan. Sehingga kelak jika kembali ke Persebaya, dia punya bekal memadai untuk bersaing masuk skuad utama. Juga membuka peluang masuk skuad SEA Games.

Karena itu, begitu mendengar Liga 2 dihentikan, tak terkira kesedihan pemain yang akrab disapa Kacong tersebut. Padahal, dia sudah sangat nyaman bermain bersama rekan-rekannya di Gresik United. Dia juag sudah berlatih keras untuk bisa memenuhi target manajemen, yakni lolos ke Liga 1.

’’Persiapan sudah sangat matang, lha kok gak sido (kok tidak jadi),’’ ujarnya, dilansir dari JawaPos.com, kemarin (13/1).

Kacong mengaku belum tahu apa keputusan manajemen Gresik United. Namun, dia berharap bisa terus berlatih bersama tim. ’

’Ini saja saya latihan sendiri biar tidak turun. Kalau tidak bisa latihan bersama Gresik United, mungkin akan latihan dengan klub lama saya di internal (kompetisi internal Persebaya, Red), Indonesia Muda,’’ jelasnya.

Hal sama juga dialami winger berbakat Deltras FC M. Risal Amin. Impiannya bermain di Liga 1 ikut tertutup. Kontraknya bersama tim yang bermarkas di Sidoarjo itu memang sampai tahun depan.

’’Tapi, ada klausul khusus. Jika ada tim Liga 1 yang ingin merekrut saya, Deltras wajib melepas,’’ tutur Risal.

Kebetulan, performa pemain 22 tahun itu sedang moncer. Dia sudah tampil dalam enam laga. Pemain asal Pasuruan, Jawa Timur, itu mampu mencetak tiga gol dan satu assist. Beberapa klub Liga 1 kabarnya sempat melirik Risal. Tapi, kompetisi mandek membuat komunikasi ikut berhenti.

Persela juga punya bintang yang bisa saja meredup jika kompetisi Liga 2 dihentikan. Yakni Ahmad Rusadi, bek tengah 19 tahun yang sudah masuk skuad timnas Indonesia U-19 di kualifikasi Piala Asia tahun lalu.

Melihat performanya di Persela, Rusadi juga berpeluang masuk dalam skuad timnas di Piala Dunia U-20. Tapi, jika tanpa adanya kompetisi, kansnya akan sangat sulit. Sebab, rekan-rekannya di timnas U-20 banyak yang gabung di Liga 1. Otomatis masih bisa berlatih dan bertanding.

Pelatih Persela Budiardjo Thalib mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang ada. Khususnya soal Rusadi. Tapi, dia bersyukur manajemen Persela terus memperbolehkan pemain berlatih, sehingga membuat Rusadi bisa menjaga performa.

“Padahal, tim ini lagi bagus-bagusnya setelah dua kali uji coba lawan klub Liga 1 tidak kalah,” tutur mantan pelatih Persik Kediri tersebut. (jpg/ria)


Editor : Syahaamah Fikria
#liga-2 #Liga 2 Dihentikan #Timnas indonesia #bintang muda sepak bola #piala dunia u-20