Dalam kondisi ini, yang paling terpukul adalah elemen klub. Apalagi, mereka yang menggantungkan hidupnya untuk nafkah keluarga di sepak bola. Salah satunya adalah mantan pemain Persis Solo Tegar Pangestu. Di musim ini dia membela Nusantara United FC (NUFC).
"Dibubarkan tim NUFC. Putus kontrak juga. Kecewa, sedih," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo belum lama ini.
Memang, keputusan ini cukup mengherankan. Tegar dengan tegas mengaku kasihan dengan banyak anak Indonesia yang punya mimpi ingin menjadi pesepak bola profesional.
"Tapi liga tidak jelas. Kalau sepak bola begini terus, kami para pemain seperti tidak tahu ke mana tempat berpijak," ujar dia.
"Semoga ke depan tata kelola sepak bola diperjelas, itu juga demi industri sepakbola yang lebih sehat," imbuh dia.
Setali tiga uang, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengaku keputusan terkait pemberhentian Liga 2 dan Liga 3 musim 2022/2023 merupakan suatu kemunduran bagi industri sepak bola Indonesia. Hal tersebut dituliskan dalam postingan Instagram @appi.official.
"Dan tentunya akan berimbas pada konsekuensi yang sangat kompleks. Termasuk konsekuensi hukum yang tentunya akan ditempuh para pesepak bola," tulisnya.
Bersamaan dengan APPI, beberapa pemain Persis Solo mengunggah postingan di feed maupun story Instagram masing-masing. Seperti Fabiano Beltrame, Jaimerson Xavier, Shulthon Fajar, Abduh Lestaluhu, dan lainnya.
"Lanjutkan Liga 2 dan Liga 3. #pesepakbolabersatu," tulis mereka dalam sebuah gambar yang diunggah. (nis/ria) Editor : Syahaamah Fikria