Meladeni Dewa, kubu Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo- sejatinya sedang diselimuti optimisme tinggi. Menyusul jarak posisi klasemen sementara, skuad Leonardo Medina lebih unggul daripada sang lawan.
Apalagi, sebelumnya Pelatih Persis Solo Leonardo Medina sudah berkoar timnya dalam kondisi sangat siap 100 persen.
Peluang keunggulan Persis dibuka oleh Ryo Matsumura. Gelandang impor asal Jepang memanfaatkan umpan manja dari Samsul Arif. Berhasil merangsek masuk ke jantung pertahanan, Ryo menambah catatan statistiknya pada menit ke-23. Ini jadi gol ketujuhnya di Liga 1 musim ini.
Setelah itu, performa bond kebanggaan wong Solo lebih luwes. Bahkan duet maut antara Jaimerson Xavier dan Fabiano Beltrame di sektor bek tengah membuat Karim Rossi dkk mati kutu untuk bisa menjebol gawang Persis.
Kesigapan kiper M. Riyandi beberapa kali melakukan saves memukau. Contohnya pada menit ke-31, ketika pemain lawan berdarah Swiss tersebut menembakkan bola lewat tendangan bebas. Kiper yang baru kembali dari timnas tersebut mampu membaca lesatan bola dengan baik.
Meski unggul, sejatinya Persis beberapa kali kehilangan momentum di last third. Inilah momok permasalahan yang masih berkutat di tubuh Laskar Sambernyawa. Sehingga Leonardo mencoba mengganti suasana dengan memasukkan dua pemain asing. Yakni bomber Fernando Rodriguez dan playmaker lincah Alexis Messidoro. Mereka menggantikan Ferdinand Sinaga dan Alfath Fathier.
Alih-alih menambah keunggulan, Persis malah kebobolan. Taktik Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink dengan memasukkan Nathanael Siringoringo sangat tepat. Permainan spartannya membuat Dewa mampu menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-83. Strategi itulah yang diwanti-wanti oleh Leonardo dari jauh-jauh hari.
“Kami tahu match ini akan sangat ketat, karena lawan mengganti headcoach-nya (Jam Olde Riekerink) taktinya impresif. Menurut saya, perkembangan Dewa juga sangat bagus,” ungkap pelatih berdarah Meksiko tersebut usai laga.
Tapi Leonardo tetap bersyukur dengan hasil satu poin ini. Sebab, laga away bukan seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi dia melihat anak asuhnya sudah bekerja keras sepanjang laga. Hanya saja, memang perbaikan demi perbaikan harus tetap dilakukan.
“Sebenarnya cukup mengecewakan. Kebobolan di menit ke-83 setelah kami unggul. Apalagi kami bermain dengan baik. Kami menguasai pertandingan juga. Tapi inilah sepak bola, lawan juga ingin menang. Tapi satu catatan, kami berkembang dengan baik. Kami tim baru di Liga 1 yang berjuang untuk mencapai puncak klasemen,” imbuhnya.
Sementara itu, gelandang Persis Solo Sutanto Tan mengatakan, satu poin ini bisa menjadi bekal di laga selanjutnya. Dimana Persis akan melawan Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, 19 Januari mendatang.
“Memang kami perlu memperbaiki (kekurangan). Tapi saya yakin Persis Solo akan semakin baik,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Persis masih berada di posisi ke-11 dengan 20 poin. Sedangkan Dewa United masih terjebak di zona degradasi, yakni posisi ke-17 dengan skor 15 poin. (nis/nik) Editor : Damianus Bram