“Perasaannya luar biasa senang bisa bergabung dengan PSS Sleman. Klub ini memiliki sejarah kelahiran dengan proses panjangnya, hingga berada di Liga 1. Awal mula kepindahan saya ke PSS Sleman dari panggilan agen yang membantu melanjutkan karir ke sini. Saya juga diterima dengan baik oleh teman-teman pemain, pelatih, dan manajemen PSS Sleman,” tuturnya usai penandatanganan kontrak kerja sama dengan tim PSS Sleman.
Pemain yang sempat bermain di Liga Brasil tersebut mengakui, siap menyambut segala tantangan yang berbeda. Tentunya dengan penuh kebahagiaan dan rasa optimisme tinggi di Bumi Sembada.
Tak butuh waktu lama buatnya untuk beradaptasi, mengingat kompetisi Liga 1 sudah mulai berjalan. Dia mengakui ada beberapa pemain yang sudah dikenalnya, bahkan pernah bermain bersama di sebuah klub. Tapi, Kevin mengakui, tidak mau bergantung kepada beberapa pemain tersebut.
“Pasti, pemain yang pernah bermain satu tim dengan saya, mereka pasti sangat membantu. Sebagai pemain profesional saya harus bisa beradaptasi dimanapun saya bermain. Adaptasi secepatnya pokoknya. Hal itu akan saya bawa kemana pun. Harus bisa beradaptasi dengan pelatih, teman-teman pemain dengan cara bermainnya,” ungkapnya.
Di lain sisi, Persis Solo memang melepas Kevin, karena ingin membuat sang pemain mendapat jam terbang lebih. Sebelumnya dia memang didatangkan untuk jadi backup Abduh Lestaluhu. Sayang sang pemain posisinya tak tergantikan, bahwa kapten Persis Solo tersebut belum semenitpun dicadangkan di musim ini. Jadi di kompetisi Liga 1, Kevin belum dimainkan semenitpun. Dia hanya sempat bermain saat Persis menjalani turnamen pramusim, Piala Presiden 2022 sebagai tiga laga.
Bicara potensi, Kevin memang termasuk pemain yang berkualitas. Pemain berusia 24 tahun tersebut telah terjun di 44 laga Liga Indonesia bersama berbagai klub. Terhitung, tiga kali bersama Borneo FC Samarinda, 15 kali dengan Persita Tangerang, plus 26 pertandingan membela Kalteng Putra FC. (nis/nik) Editor : Damianus Bram