Sofie kecil sangat ngefans dengan klub-klub Eropa. Klub favoritnya adalah Liverpool dan Juventus. Bahkan hingga sekarang, kedua klub itu tetap di hati.
“Sayang pelatih fisik favorit saya tidak di Liverpool dan Juventus. Melainkan di Atletico Madrid, Profesor Oscar Ortega dari Uruguay,” katanya.
Hobinya mengoleksi jersey sepak bola bukan tanpa alasan. Ya, Sofie kecil miliki mimpi besar untuk menjadi pesepak bola profesional. Ketika SD, dia memutuskan untuk berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Indonesia Muda di Kota Mojokerto dan bergabung dengan Tim O2SN Mojokerto.
Berbekal prestasi sepak bola itu, dia diterima di salah satu sekolah unggulan di daerahnya. Yakni SMPN 4 Kota Mojokerto dan SMAN 1 Puri Kabupaten Mojokerto.
"Saya masuk lewat jalur prestasi sepak bola dan menjadi pemain U-18 PS Mojokerto Putra," ungkapnya.
Selepas itu, Sofie sempat memperkuat Persema Malang U-21. Di tengah jalan, saat dia berjuang untuk mengejar impian menjadi pesepak bola professional, dia instropeksi diri. Dia merasa hanya cukup bertahan sampai di situ. Harus ada peningkatan. Akhirnya pria kelahiran 1988 itu memutuskan untuk masuk ke Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.
Sofie menimba ilmu dan bertemu dengan sosok dosen bernama Tapriadi. Kata-katanya berhasil menyuntikkan motivasi Sofie untuk terus berlatih dan mengambil kursus pelatih.
"Beliau melihat saya memiliki talenta untuk jadi seorang pelatih. Tidak perlu kerja lain atau menjadi pemain. Dari pernyataan beliau, saya termotivasi mengikuti berbagai workshop pelatih di Jawa Timur kala itu," bebernya.
Nah, karir kepelatihan Sofie baru dimulai saat mengenal pelatih Timnas U-16 Bima Sakti. Dia mengambil lisensi D di Surabaya 2012, lisensi C AFC di Sawangan Depok 2014. Dan berlanjut sampai saya dapat A dan lisensi spesialisasi fisik yaitu AFC Fitness Level 2 di Kuala Lumpur Malaysia.
Atas kerja kerasnya, nama Sofie laris manis. Tawaran demi tawaran diterimanya. Bahkan tercatat pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia Putri pada era 2018 hingga 2019. Tak hanya berjaya di Indonesia, potensinya dilirik oleh negara tetangga.
Pada Novermber 2019, dia dihubungi oleh mantan pemain timnas Kurniawan Dwi Yulianto yang saat itu menjadi pelatih Sabah FC untuk bergabung.
“Tanpa berpikir panjang karena kesempatan tidak datang dua kali, saya langsung menyanggupi. Secara regulasi di Liga Super Malaysia pelatih fisik wajib mempunyai lisensi AFC Fitness Level 1. Alhamdulillah waktu itu saya sudah memiliki sejak 2019 di Timnas U-19. Akhirnya saya terbang ke Kota Kinabalu Malaysia dengan durasi kontrak dua tahun,” ujarnya.
Kini, Sofie memutuskan untuk melatih di Persis Youth. Padahal kala itu, ada beberapa tawaran dari tim Liga 1. “Di 2022 akan ada kursus lisensi AFC Fitness Level 2 di Malaysia. Saya tidak mungkin meninggalkan tim apabila suatu saat saya berada di tim senior,” katanya.
Selain itu, Sofie ingin melanjutkan impian yang tertunda sejak 2019. Yakni meneruskan S2 untuk mengambil gelar magister olahraga. Kini dia aktif kuliah S2 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Menurut dia, melatih adalah suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggal. Sedangkan belajar merupakan sebuah keharusan untuk lebih paham mendalam tentang ilmu olahraga.
“Menjadi pelatih fisik harus bisa memberi penjelasan manfaat dan pentingnya latihan kepada pemain. Pelatih fisik harus paham beberapa ilmu dasar olahraga seperti prinsip latihan fisik, ilmu fisiologi, ilmu anatomi, metode latihan, ilmu gizi dan ilmu faal. Itulah kenapa saya memilih lanjut kuliah S2,” katanya.
Apalagi di era globalisasi sekarang. Eksistensi pelatih fisik harus lebih baik. Sebab, Indonesia sudah dihujani pelatih fisik asing.
“Kami menghargai dan menghormati pelatih fisik asing datang ke Indonesia. Tapi kami juga mempersiapkan diri sendiri,” terang dia. (nis/bun/dam)
SOFIE IMAM FAIZAL
Situbondo, 15 Maret 1988
Pelatih Fisik Persis Youth
Lisensi Umum
B AFC, A Diploma PSSI
Lisensi Khusus
AFC Fitness Level 2A
Pendidikan
S1 Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Malang
S2 Magister Olahraga Universitas Sebelas Maret
Klub Yang Pernah Ditangani
- Perseta Tulungagung (2013)
- Martapura FC (2014)
- Perserang Banten (2015)
- Perssu Super Madura (2016)
- Persepam Madura United (2017)
- Persewangi (2017)
- Persiba Balikpapan (2018)
- Sabah FC (2020-2021)
- Persis Youth (2021-sekarang)
Karir di Timnas :
- AFF U-16 Women in Indonesia dan AFC U-16 Kyrgyzstan 2018
- Women’s Olympic Football Tournament Tokyo 2020 Asia Qualifer Round 1 in Palestine 2018
- Women’s Olympic Football Tournament Tokyo 2020 Asia Qualifer Round 2 in Myanmar 2019
- Timnas U-19 di Piala AFC Vietnam in 2019
- Qualification AFC U-19 Championship in Indonesia 2019
Editor : Damianus Bram