“Ibaratnya di Unsa kami sudah berhasil melakukan regenerasi. Ini (champion) sebagai archievement, sebagai bukti regenerasi Unsa itu berhasil,” ujar Rektor Unsa Rio Arya Surendra.
Mahasiswa Unsa FC sukses menjadi juara di kejuaraan yang digelar di akhir Januari tersebut. Dalam ajang tersebut, ada beberapa perguruan tingi yang ikut bersaing. Seperti UIN Salatiga, STIQ Al-Quran, UIN Surabaya, IAIN Ponorogo, Universitas Negeri Malang, hingga Universitas Muhammadiyah Malang. Di partai puncak, Unsa sukses mengalahkan sang tuan rumah Unida Gontor 3-0, Selasa (31/1/2023).
Rektor Unsa Rio Arya Surendra tak bisa menutupi kebahagiannya. Sebab, generasi kali ini tetap bersinar. Meski sebagian diisi oleh pemain baru dan pembentukan timnya dadakan, namun mayoritas skuadnya yang terdiri dari mahasiswa semester awal Unsa ini berhasil unjuk gigi.
“Saya sangat gembira dengan hasil ini. Ini turnamen antarmahasiswa, dan baru digelar ini usai adanya pandemi Covid-19. Generasi ini sukses menjadi juara. Unsa sebelumnya juga pernah menjadi juara di beberapa event mahasiswa (sebelum adanya pandemi),” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (6/2/2023).
Rio mengakui senang karena tim di berbagai jenjang umur Unsa memiliki potensi yang cukup baik para pemainnya. Baik di kompetisi tingkat pembinaan, hingga di tingkat kompetisi professional.
Setelah berhasil membawa piala, pemain Unsa tak langsung berlatih lagi. Mengingat ini waktunya untuk ujian. Tapi, sebelumnya dan mungkin setelah itu mereka akan kembali menjalani rutinitas. Yakni berlatih secara rutin di setiap pekannya.
“Kalau kedepannya ada kompetisi apapun yang bisa kami ikuti, kami akan tetap ikut,” tegasnya.
Satu lagi, proyeksi yang bakal dilakukan Unsa adalah rapat internal. Tujuannya untuk membahas beberapa hal terkait agenda internal. (nis/nik) Editor : Damianus Bram