Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Persis Solo vs Borneo FC Imbang 1-1, Pesut Etam Sering Menyulitkan Laskar Sambernyawa

Damianus Bram • Senin, 13 Februari 2023 | 04:26 WIB
Ryo Matsumura melakukan selebrasi bersama rekan rekan Persis Solo, usai mencetak gol ke gawang Borneo FC, Minggu (12/2/2023). (PERSIS SOLO OFFICIAL)
Ryo Matsumura melakukan selebrasi bersama rekan rekan Persis Solo, usai mencetak gol ke gawang Borneo FC, Minggu (12/2/2023). (PERSIS SOLO OFFICIAL)
RADARSOLO.ID Lagi-lagi misi Persis Solo mencatat kemenangan back-to-back di Liga 1 musim ini urung kesampaian. Setelah menang dramatis 3-2 di kandang Madura United (6/2/2023) lalu, Persis malah ditahan imbang Borneo FC 1-1 (1-0) di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (12/2/2023). Alhasil Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–, gagal merangsek ke deretan 10 besar klasemen sementara.

Pesut Etam (julukan Borneo FC) memang sering bikin repot Persis Solo. Buktinya sepanjang empat kali pertemuan sebelumnya, bond kebanggan wong Solo tak sekalipun mencicipi kemenangan. Catatannya dua kali kalah dan sekali imbang di kompetisi resmi. Plus sekali imbang di ajang uji coba, November tahun lalu.

Tadi malam, Borneo FC kembali membuktikan bahwa mereka lawan yang menyulitkan. Meskipun di paro pertama Rio Matsumura sempat memberi asa bagi Persis. Via gol spekulasi dari luar kotak penalti pada menit ke-32.

Bahkan, Persis bisa menggandakan keunggulan delapan menit berselang. Sepakan keras kaki kiri Ferdinand “The Dragon” Sinaga menggetarkan gawang Borneo FC, yang dikawal Angga Saputra. Memanfaatkan terobosan matang Ryo Matsumura.

Sial, nasib berkata lain. Wasit Thoriq Alkatiri menganulir gol tersebut. Setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Padahal dari tayangan ulang, jelas terlihat Ferdinand berdiri di posisi onside.

Sialnya lagi, Borneo FC justru mampu menyamakan kedudukan usai turun minum. Melalui kaki M. Amrullah, tepatnya pada menit  ke-71. Setelah memanfaatkan asssist matang Stefano Lilipaly dari sisi kiri pertahanan Persis.

Gol balasan tim tamu, tak lepas dari krisis pemain di barisan pertahanan Persis. Hanya beberapa menit setelah centerback Rian Miziar ditarik keluar karena cedera. Padahal sebelum laga Persis sudah kehilangan Fabiano Beltrame karena cedera.

Momentum ini memaksa pelatih Persis Solo Leonardo Medina untuk “berjudi”. Sutanto Tan yang posisi aslinya gelandang bertahan, disulap jadi centerback. Sedangkan posisinya digantikan Shulton Fajar. Perubahan yang menjadi pertanyaan, mengingat di bech masih ada sosok Andri Ibo.

“Memang kami belum bisa memenangkan laga. Tapi kami senang, pemain bisa menerapkan taktik. Terpenting kami kerja keras dan akan fokus ke laga selanjutnya,” ujar Leo (sapaan akrab Leonardo Medina) usai laga.

Leo mengaku Borneo FC bukan lawan kacangan. Meski tampil sebagai tim tamu, mereka berani menerapkan permainan terbuka. Plus strategi high pressure di sepertiga area pertahanan Persis. Tak mau kalah, kubu tuan rumah juga menerapkan strategi nyaris serupa.

“Kami menyerang balik ketika ada space yang bisa dimanfaatkan. Ini strategi kami untuk menguasai bola. Juga untuk menekan Borneo,” imbuh Leo.

Untungnya, Persis memiliki Gianluca Pandeynuwu di bawah mistar. Meski berstatus pelapis M. Riyandi. Pandeynuwu tampil cukup brilian. Total 13 save bersih dicatatatkan. Sekaligus ingin memberi bukti ketangguhannya kepada mantan klubnya.

“Hasil ini berkat kerja keras semua (pemain). Kami saling bantu. Kerja keras ini kami hasilkan dari latihan,” beber Leo.

Sementara itu, hasil tadi malam membuat posisi Persis naik satu strip ke peringkat 11. Menggusur PSS Sleman dengan tabungan 29 poin. Sedangkan Borneo FC masih tertahan di peringkat ke-5 dengan 37 poin. (nis/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Leonardo Medina #persis solo #laskar sambernyawa #Stadion Maguwoharjo #borneo fc #Persis Solo vs Borneo FC