“Jenazah Atsu ditemukan di bawah reruntuhan,” kata agen Atsu, Murat Uzunmehmet kepada wartawan di Hatay, Turki.
“Saat ini, lebih banyak barang masih dibawa keluar. Ponselnya juga ditemukan,” imbuhnya seperti dilansir CNA.
Petugas pencarian dan penyelamatan menemukan tubuh Atsu di tempat dia tinggal di Ronesans Residence, sebuah blok flat mewah bertingkat tinggi yang roboh di kota Antakya di Hatay.
“Polisi Turki menangkap kontraktor bangunan di bandara Istanbul pekan lalu saat dia tampaknya akan menuju ke Montenegro,” tulis kantor berita negara Anadolu.
Pria berusia 31 tahun itu sebenarnya dijadwalkan untuk terbang keluar dari Turki selatan beberapa jam sebelum gempa. Tapi manajer Hatayspor mengatakan pada Jumat (17/2) bahwa Atsu memilih untuk tetap bersama klub setelah mencetak gol kemenangan dalam pertandingan Super Lig pada 5 Februari.
Mantan pemain sayap Chelsea itu kemudian terjebak dalam reruntuhan bangunan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan Suriah pada 6 Februari lalu. Gempa itu hingga hari ini telah menewaskan lebih dari 45.000 orang.
Ada laporan awal bahwa dia telah diselamatkan sehari setelah gempa, tetapi ternyata tidak benar. (padek/jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria