"Segenap keluarga besar Persija mengirimkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya salah satu mantan pemain Persija Jakarta, Adityo Darmadi. Mari sejenak bersama kita kirimkan doa terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” tulis pernyataan resmi Persija di akun Instagram-nya (@Persija).
Pendiri Pasoepati Mayor Haristanto juga ikut berbela sungkawa. Dia bahkan menyebar foto cap kaki yang ada dalam sebuah pigura, yang mana itu adalah cap kaki asli dari Adityo Darmadi.
“Selamat jalan sang legenda sepakbola Indonesia, asli Solo, Adityo Darmadi. Memory 14 Februari 2022 sempat singgah di Museum Titik Nol Pasoepati. Cap kaki bersejarah, semoga jadi tauladan untuk anak cucu kita,” ungkap Mayor.
Adityo Darmadi mengawali karier sepakbolanya di klub Adidas Solo. Sejak usia 10 tahun, Adityo bersama sang kakak, Didik Darmadi, belajar sepakbola hingga keduanya keduanya hijrah ke Jakarta dan membela klub Indonesia Muda di kompetisi Galatama.
Baru pada 1985, Adityo dan sang kakak gabung Persija Jakarta, dan namanya semakin melambung. Adityo Darmadi datang ke Persija pada 1985. Saat itu, Macan Kemayoran sedang dalam keadaan kurang baik karena nyaris degradasi dari kasta utama.
Adityo Darmadi menjadi juru selamat lewat gol-golnya pada fase playoff promosi-degradasi yang digelar di Cirebon. Selain menjadi penyelamat Persija, dia juga pernah menjadi top skor Persija dengan 10 gol, tepatnya pada Perserikatan 1986. Kendati menjadi topskor Adityo Darmadi gagal membawa Persija ke Final. Perjalanan Macan Kemayoran hanya sampai di babak enam besar saja. (nik) Editor : Niko auglandy