Tak hanya numpang latihan setelah dipromosikan, namun tim kepelatihan Persis menepati janjinya untuk memberi peluang buat pemain muda unjuk gigi. Dan kebetulan Faqih mendapatkan momen emas itu saat laga melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Selasa, 21 Februari lalu. Dia masuk di menit ke-69 untuk menggantikan Arapenta Poerba.
Dia akhirnya mengisi posisi bek sayap kiri, yang sebelumnya diisi oleh Eky Taufik, yang di menit ke-64 ditarik keluar untuk digantikan Ryo Matsumura. Posisi Arapenta sebagai gelandang serang, jadi ruang gerak Ryo Matsumura saat itu.
Faqih masuk saat kedudukan masih 2-1. Situasi yang rawan sejatinya, namun Head Coach Persis Leonardo Medina sepertinya memang sudah sangat percaya pada kualitas Faqih. Dan benar saja, selama 21 menit lebih dia bermain, gawang Persis cukup aman. Beberapa kali dia sempat memotong pergerakan lawan. Di laga ini sendiri Persis akhirnya menambah dua gol, dan menutup laga dengan kemenangan 4-1.
Pemain kelahiran 2004 tersebut tak bisa menutupi kesenangannya, setelah penantian panjangnya, dan beribu doa sudah dipanjatkannya.
Atas kesempatan ini, dia ingin mengucapkan terima kasih pada seluruh elemen Persis. Termasuk pelatih, pemain senior, staf, hingga manajemen. Merekalah yang menyuntikkan semangat pada jiwa Faqih di setiap waktu.
"Ada rasa gugup pastinya. Tapi baik dalam atau luar lapangan, dari pelatih, manajemen, staf, pemain senior membantu saya agar tidak gugup," ujarnya.
Perjalanan Faqih ke depan masih panjang. Karenanya, dia berkomitmen untuk lebih giat berlatih untuk bisa mendapat kepercayaan bermain kembali.
"Kerja keras lagi, memantapkan mental, semoga lebih baik," tegasnya.
Bicara soal performa, Pelatih Persis Solo Leonardo Medina mengapresiasi peningkatan kualitas bermain Faqih. Penampilannya telah mencerminkan pemain profesional ketika masuk lapangan.
"Debut yang sangat bagus. Faqih mengalami banyak peningkatan. Mengerti bagaimana harus bermain, bagaimana kami (Persis) bermain," ujarnya.
Di sesi latihan, Leo melihat Faqih berusaha 100 persen setiap hari. Ketika di lapangan, Faqih dipasang sebagai bek sayap kiri.
"Dia sangat cepat. Kami menginginkan (dia sebagai) man marking karena dia sangat bagus ketika mendapat tantangan itu," imbuhnya.
Bicara potensi Faqih, tentu tak perlu diragukan lagi. Pemain kelahiran 11 September 2004 berusia 18 tahun ini direkrut Persis untuk masuk Persis Youth sejak tahun lalu. Sebelumnya dia masuk di skuad Garuda Select angkatan III, yang sempat berguru dan menjalani pemusatan latihan di Eropa.
Bek kiri jebolan SSB Tajimalela ini, sebelumnya sempat tergabung dalam skuad Bhayangkara FC U-16 yang mampu membawa tim ini menjadi runner-up Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 2019 silam.
Faqih jadi pemain Persis Youth ketiga yang sudah menjalani debut profesionalnya musim ini bersama Persis. Sebelumnya ada nama Zanadin Fariz dan Altaf Indie yang sudah dapat kesempatan emas sejak awal musim.
Di lain sisi, sejatinya ada satu pemain lagi, yakni Brandon Scheunemann. Namun dia dilepas Persis Youth di bursa transfer putaran kedua Liga 1. Dan kini dia sudah resmi jadi pemain PSIS Semarang, dan klub asal kota lumpia tersebut langsung memberikan debut perdana buat Brandon saat pertama kali bergabung, Januari lalu. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram