Ketua Steering Committee Kongres Paseopati ke-9 Ginda Ferachtriawan mengatakan siapapun boleh mendaftar. Dengan catatan, bersedia dan mendapat dukungan paling tidak dari tiga korwil. Dibuktikan dengan surat dukungan dan fotokopi sertifikat korwil. Tak lupa juga identitas diri seperti KTP.
Pendaftaran tersebut digelar dalam waktu dua jam. Dari pukul 15.00-17.00. Menurut Ginda, ini lebih cepat, efektif, dan efisien.
"Informasi yang saya dapatkan, sudah ada beberapa bakal calon yang akan mendaftar. Artinya sudah ada yang mau dan berminat," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, (4/3).
Beberapa waktu lalu baik korwil, DPP, ataupun majelis sudah bertemu dan menyamakan presepsi. Sepakat untuk mempercepat kongres sebelum bulan puasa, apalagi kini kepemimpinan Pasoepati kosong.
"Jadi bukannya kami terburu-buru. Tapi masalahnya waktu yang dibutuhkan. Kami butuh waktu untuk persiapan kompetisi yang akan datang," imbuhnya.
Setelah pendaftaran, akan ada pembahasan AD/ART. Wacananya akan digelar pada 14 Maret mendatang. Ginda berharap pembahasan tersebut bisa kelar di hari itu.
"Selama ini setiap kongres AD/ART jadi salah satu topik yang tidak pernah tuntas. AD/ART sekarang yang akan dipakai itu lama. Bukan yang sempat diubah, karena ada beberapa yang dianggap tidak pas," katanya.
Kalau saling menunggu, lanjutnya, mana dulu yang bakal diselesaikan. Akhirnya diputuskan untuk pilih presiden dulu daripada ada kekosongan. "Jangan lupa, majelis itu diisi oleh perwakilan korwil. Kalau majelis, DPP, korwil sudah oke. Mestinya sudah tidak ada masalah. Jadi AD/ART kami sepakati, kalau ada yang perlu disempurnakan. Akan kami sepakati bersama dan dilakukan di tanggal 14 Maret," tegasnya.
Setelah itu baru pemaparan visi, misi, dan program kerja yang rencananya digelar 16 Maret. Berlanjut ke pemilihan pada 18 Maret.
"Ini kan namanya kongres. Jadi kami berharap, voting itu jadi opsi terakhir. (Sebelumnya, Red) Kami berharap musyawarah dan mufakat agar tetap menjaga kekompakan," tambahnya.
Setelah terpilih, presiden dan wakil presiden akan melakukan tugas-tugasnya. Menurut Ginda, hal yang perlu dilakukan oleh kepengurusan baru adalah menjaga kekompakan. Tak lupa ikut mendukung tim kesayangan dengan baik dan penuh etika.
"Harapannya kepada presiden terpilih ini, kalau di Pasoepati bahasanya itu "ayo kita merahkan stadion". Ayo kita sama-sama bernyanyi dan mendukung secara sportif tim kesayangan," tambahnya.
Satu lagi yang tak kalah penting adalah database anggota. "Database anggota itu menjadi sangat penting dalam dunia sepakbola. Khususnya hubungan antara suporter dengan klub," tambahnya. (nis/nik) Editor : Niko auglandy