Hal tersebut disampaikan oleh Penasehat Pasoepati Suprapto Koting. "Sebetulnya sudah kami sampaikan dari dua kongres yang lalu. Ke depan itu bukan perwakilan korwil, tapi kepala suku yang berhak memilih. Tapi semua tergantung panitia dan Pasoepati," bebernya saat berbincang dalam podcast di Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (4/3/2023).
Alasannya jelas, yakni untuk meningkatkan rasa memiliki. Sebab, Pasoepati merupakan organisasi besar, memiliki anggota banyak, dan terkenal. Nah, di Kongres Pasoepati ke-9 ini masih belum diketahui siapa yang berhak memilih.
Seperti diketahui, di beberapa episode sebelumnya, pemilik hak suara adalah perwakilan korwil dan duta besar.
“Saya juga menyayangkan, kenapa pendaftaran capres dan cawapres hanya 3-4 jam saja dibukanya (kemarin, dari pukul 15.00-17.00). Ada apa ?,” tanyanya.
Suprapto Koting juga mengatakan, tak masalah siapapun calonnya nanti. Tapi dia menggaris bawahi bahwa presiden paling tidak punya ambisi dan integritas. Yang tak kalah penting lagi ialah tahu organisasi.
“Untuk mengoordinir ini harus punya pengalaman organisasi. Karena Pasoepati ini merupakan organisasi besar, terkenal, jadi alangkah sayangnya jika presiden dan wakil presidennya tak tahu arah perjalanan Pasoepati” tambahnya.
Suprapto juga berpesan agar pemimpin baru nanti merupakan sosok yang mau mendengar. “Kalau tidak mau mendengar, itu sama saja dengan tidak tahu apa yang dibutuhkan anggota,” katanya.
Sementara itu setelah fase pendaftaran bakal calon, nantinya akan ada pembahasan AD/ART. “Dalam kongres ini kami harap manajemen maupun pemerintah tidak intervensi. Kemudian sebelum kongres, paling tidak majelis Pasoepati sudah mempersiapkan AD/ART,” bebernya.
Soal pembahasan AD/ART, Suprapto mengatakan, ini merupakan pra kongres yang tidak boleh mengesahkan amandemen AD/ART. Karena kongres merupakan forum tertinggi.
“Sehingga kongres bukan hanya sekadar memilih presiden dan wakil presiden, tapi lebih fokus memperbaiki dan membangun sistem dalam organisasi lebih baik lagi,” tegas mantan presiden Pasoepati, sekaligus pendiri Korwil Pasoepati Karanganyar tersebut. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram