Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Meski Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Solo, Namun Aset Lapangan Saat Ini Sudah Mumpuni

Damianus Bram • Jumat, 31 Maret 2023 | 14:00 WIB
NO KAMPANYE: Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka melarang Stadion Manahan digunakan untuk kegiatan politik. (DOK. RADAR SOLO)
NO KAMPANYE: Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka melarang Stadion Manahan digunakan untuk kegiatan politik. (DOK. RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Pembatalan gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia memiliki sisi negatif dan positif. Meski batal terselenggara, namun wajah sejumlah lapangan di Kota Solo yang rencananya menjadi venue utama dan pendamping Pala Dunia menjadi lebih baik.

Ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo mengatakan, meski Piala Dunia batal digelar di Solo, namun perlu diapresiasi persiapan yang dilakukan pemkot dalam menyambut gelaran event sepak bola dunia ini.

"Memang ada kekecewaan dari publik. Namun sisi positifnya kita punya lapangan yang sekarang kondisinya lebih baik. Bukan hanya Manahan, tapi Sriwedari, Sriwaru, Kota Barat, dan Banyuanyar. Ke depan bisa lebih nyaman lagi untuk digunakan untuk event olahraga masyarakat," imbuh Budi.

Soal anggaran renovasi stadion, Budi mengatakan, mayoritas dari APBN. Namun, ada beberapa yang menggunakan APBD.

"Ada yang pakai APBD, jumlahnya saya kurang tahu. Yang jelas tidak rugi. Karena renovasi ini untuk jangka panjang. Tetap menjadi milik warga Solo untuk berkegiatan ke depan. Tinggal sekarang dirawat," ujar Budi.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta Ginda Ferachtriawan menyayangkan event bola kelas internasional ini batal terselenggara. Sebab semua pihak baik pemerintah pusat, daerah, dan lainnya banyak mengeluarkan biaya, waktu tenaga.

"Sekarang tidak jadi, pastinya kecewa. Sebenarnya, kami berharap ada solusi terbaik bukan hanya sekedar membatalkan. Tapi mudah-mudahan dari pembatalan ini tidak mendapatkan dampak yang terlalu banyak, terlebih sanksi FIFA itu yang kami takutkan," jelas Ginda

Dia menambahkan, memang ada APBD tahun 2023 yang digelontorkan dalam proses renovasi Stadion Manahan yang tidak dicover APBN. Namun Ginda juga kurang mengetahui nominalnya.

"Tapi saya ingat ada beberapa item yang diperbaiki termasuk penyedia penambahan lampu, CCTV, tempat wudhu itu saya ingat. Itu dibagi antara APBN dan APBD," papar Ginda. (atn/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#stadion manahan #Pembatalan Piala Dunia U-20 #piala dunia u-20 #FIFA #DPRD Kota Surakarta #tuan rumah piala dunia u-20 #World Cup U-20