Askot PSSI Surakarta belum lama ini sukses menggelar kompetisi U-12 di Stadion Mini Surakarta, 18-19 Maret yang lalu.
Ketua Askot PSSI Surakarta Rio Arya Surendra mengatakan, sesuai program kerjanya, rencananya kompetisi lanjutan siap digelar. Yakni kelompok untuk usia 13 dan 15 tahun, yang tengah digodok untuk bisa digelar ke depannya. Menariknya, kompetisi grassroots U9-U11 beriringan akan ikut digelar, dan para pemain berpotensi bisa main di ajang ini.
"Sudah kami persiapkan. Hanya saja, ada faktor-faktor terkait perkembangan sepak bola di Tanah Air, terutama nanti ada kongres PSSI. Tetapi kami tetap berpedoman pada program kerja (proker) kami, jadi tetap insya Allah akan terlaksana," ujarnya kepada Radarsolo.com.
Kelancaran wacana kompetisi, diakui askot PSSI Surakarta, semua tergantung dari askes fasilitas lapangan di Kota Solo.
Pihaknya ingin berkomunikasi terlebih dahulu dengan Pemkot Solo lewat dinas pemuda dan olahraga (dispora). Khususnya terkait lapangan mana saja yang bisa dipakai nantinya.
"Ini kan untuk lapangan Piala Dunia sedang dikerjakan, mungkin baru bisa diserahterimakan pada Juli nanti, atau mungkin malah lebih cepat karena piala dunia tidak jadi,” tambahnya.
Lapangan yang tengah diperbaiki adalah Stadion Manahan, Stadion Sriwedari, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Sriwaru, dan Lapangan Kotabarat.
Di Solo, sejatinya ada lapangan lainnya yang cukup representatif untuk ajang kompetisi anak usia dini. Seperti Stadion Mini Surakarta, Lapangan Kartopuran, dan Stadion UNS.
"Jadi kami sedang membuat proposal untuk U--13 danU-15, supaya bisa diketahui di lapangan mana saja yang akan disetujui oleh dispora. Proposal ini rencananya setelah Lebaran kami naikkan ke dinas terkait," paparnya.
Peserta kompetisi usia U-9 hingga U-15, rencananya merupakan klub anggota PSSI Solo, hingga SSB maupun akademi yang sudah terafiliasi oleh Askot.
"Jika dua kelompok umur tersebut terlaksana, rencananya berlanjut ke kompetisi U-17. Ini khusus untuk klub anggota. Nah kalau kompetisi di atas U-18, baru kami godok formatnya. Dua kelompok umur ini sebagai sebagai jembatan pemain U-17 main di ajang Liga 3," tambahnya.
Ya, di Kota Solo saat ini ada empat klub Liga 3 yang terdaftar sebagai anggota Asprov PSSI Jateng. Mulai dari tiga klub baru UNSA FC, AT Farmasi FC, dan Putra Surakarta. Hingga klub lama yang masih vakum dalam beberapa kompetisi terakhir, yakni Persis Muda Gotong Royong.
Selain itu, pemain U-17 juga berpeluang gabung klub Liga 3 dari eks Karesidenan Surakarta lainnya, yakni PSIK Klaten, Persiharjo Sukoharjo, PSISra Sragen, Persiwi Wonogiri, Persika Karanganyar, dan Persebi Boyolali.
Oleh karena itu, Rio berharap kompetisi pembinaan usia dini di Kota Solo tahun ini harus mulai bisa dihidupkan kembali. Ini agar para pemain bisa semakin termotivasi untuk berkembang. Karena mereka kini sudah tahu jalan menjadi pemain profesional semakin terbuka seiring banyaknya klub yang terbentuk di Solo dan sekitarnya. Baik yang main di Liga 1 hingga Liga 3.
"Harapan kami Solo menjadi salah satu poros pengembangan sepak bola Indonesia. Tentunya kami harus bekerja keras dan harapannya nanti para pemangku kebijakan melakukan sinergi. Jadi dari Askot, Pemkot Solo, dan tentunya Persis Solo bisa bersinergi untuk membuat poros kekuatan ini," jelasnya. (nis/nik/ria)
Editor : Syahaamah Fikria