Usai dari kamboja, dia pulang pada 21 Mei lalu. Orang tuanya Marsidi, dan Sumai tak menyangka keluarga besar, hingga para tetangga menyambut antusias dan penuh bangga, seakan baru pulang dari medan perang.
”Sangat terharu semua anggota keluarga berkumpul menyambut saya,” ucap Irfan kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Irfan memang bak pahlawan bagi Indonesia. Tak hanya ikut menyumbangkan emas yang sudah dinantikan selama 32 tahun, namun saat partai final melawan Thailand, dia ikut menyumbangkan gol dalam kemenangan 5-2 sang Garuda di laga tersebut.
Persis Solo sejatinya mulai latihan sejak 20 Mei lalu, namun Irfan mendapat kompensasi dari manajemen untuk libur hingga 1 Juni mendatang.
”Saya gunakan waktu libur untuk istirahat dan latihan ringan,” ujarnya.
Di lain sisi, keluarga Irfan menggelar syukuran sederhana di kediamannya. ”Saya lega Irfan pulang dengan selamat. Kami sudah dua bulan tidak bertemu,” ucap Sumai.
Sumai bangga anak sulungnya tersebut mampu membawa harum nama keluarga, bahkan negara.
Walau sudah sukses atas karirnya, dia berharap Irfan bisa tetap membumi.
”Terus berlatih agar permainannya semakin baik dan tetap rendah hati,” tuturnya. (sae/cor/JPG/nik) Editor : Damianus Bram