Ada 12 tim ikut serta, dan potensinya jelas akan dipantau oleh talent scouting dari Persis Youth. Mereka adalah SSB Primavera, Mars, SSB Madya Pemda, R2 Solo, Pandawa Football Academy (PFA), IM Sragen, POP, Persema, AT Farmasi. Kemudian PSB Bonansa hingga tim Persis Solo Merah, dan Persis Solo Putih.
Head Coach PSB Bonansa Solo Muhammad Nurhadi El Hamid mengaku, sangat jarang kompetisi seperti ini digelar. Oleh karena itu, pihaknya berterima kasih kepada Persis yang telah menyelenggarakan agenda ini, dan mewadahi potensi anak-anak Solo untuk bermain bola.
"Sayangnya kompetisi kurang panjang. Misalnya kompetisi jangka panjang, tentu akan lebih bagus lagi. Jadi performa anak-anak mungkin waktu itu belum maksimal, di lain hari bisa maksimal," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Dalam acara ini di hari pertama, Bonansa langsung berhadapan dengan Persis Solo Merah. Dalam pertemuan tersebut, Bonansa harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-3. Meski kalah, Muhammad tidak mempermasalahkan hasil tersebut.
"Sebenarnya untuk performa anak anak ada banyak kemajuan. Dalam artian, di babak pertama kita bisa mengimbangi permainan. Bahkan punya beberapa peluang tapi belum bisa memanfaatkannya menjadi gol. Secara permainan, saya bangga ada peningkatan pada waktu di latihan," jelas Muhammad.
Dalam kesempatan ini, Muhammad juga mencoba menurunkan seluruh pemainnya. Melihat bagaimana performa mereka satu per satu.
Berlanjut di hari kedua, Bonansa menang telak 6-0 lawan AT Farmasi. Menurut Muhammad, skuadnya mungkin sedikit lebih tinggi secara teknik dan skill individu. Kemudian mereka juga melakukan rotasi dengan baik.
"Kalau soal evaluasi keseluruhan itu ke teknik dasar. Terutama kontrol dan passing. Pada sentuhan bola pertamanya kontrol dalam bermain kurang. Passingnya masih ragu-ragu," tambahnya.
Kalau soal permainan, memang jam terbang tetap dibutuhkan. Ke depan Bonansa akan menambah minute play tersebut lewat sejumlah kompetisi atau agenda lain. (nis/nik) Editor : Damianus Bram