Direktur PSB Bonansa Srihati Warjati Soekatamsi mengatakan, sepak bola bukan fokus utama bagi Bonansa. Yang terpenting adalah bagaimana membina anak berakhlak mulia, kuat, dan cerdas lewat sepak bola.
"Jadi bagaimana membantu mencetak pemain sepak bola yang berkarakter baik," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di perayaan hari ulang tahun PSB Bonansa UNS di Stadion UNS, Minggu (25/6/2023).
Andai kata, karakter baik telah dipegang teguh oleh seorang pemain bola, mental pemain tentu akan terbentuk. Mereka bisa menjadi seorang pemain yang menjunjung tinggi sportivitas dengan tidak mencederai lawan.
"Kami utamakan membangun karakter pemain," imbuh wanita yang juga atlet atletik master andalan Indonesia di kejuaraan internasional tersebut.
Dalam perayaan ultah, Bonansa mengadakan serangkaian acara. Seperti turnamen untuk under 10 tahun dan 12 tahun di Lapangan Gawanan.
Di ajang ini PSB Bonansa jadi juara untuk U-10, dan juara ketiga untuk U-12. Ad ajuga lomba internal untuk para siswa Bonansa, seperti lomba juggling, shooting, dan sebagainya.
"Kemudian ada lomba orang tuanya. Ada fun game. Puncaknya itu hari ini (25/6). Ada fun football antara alumni, orang tua, pelatih. Tepat jam 10, kami gelar acara potong tumpeng. Kami juga memberikan penghargaan pada siswa berprestasi, pelepasan balon, dan ramah tamah," tutur Ketua Panitia Penyelenggara Acara Barkah Kusraharja.
Di tahun ke-25 ini, Wakil Dekan I FKOR UNS Roni Saifullah berharap kontribusi PSB Bonansa terhadap prestasi sepak bola semakin berkembang pesat. Maksudnya, diharapkan pemain binaan Bonansa bisa jadi kekuatan untuk kelas khusus olahraga, PPLP, atau klub-klub pembinaan maupun profesional.
Diharapkan juga pemain binaan Bonansa bisa mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. Contohnya Habil Akbar, pemain binaan Bonansa yang sempat membela Timnas U-16 beberapa tahun lalu.
"Semoga ada Habil-Habil yang lain. Itu harapan kami. Nah, nanti kita bisa dikolaborasikan terkait dengan tantangan yang harus kita carikan solusi," ujarnya
Pembinaan di Bonansa bisa dikatakan istimewa. Mereka melakukan pendekatan kepada atlet dengan sport science. Mengingat, klub pembinaan ini juga di bawah pengawasan UNS. Yang mana memiliki Fakultas Keolahragaan plus Fakultas Kedokteran.
"Saya termasuk yang istilahnya menjadi saksi berdirinya Bonansa sampai sekarang. Waktu itu saya juga sebagai mahasiswa di Fakultas Keolahragaan. Eksistensinya sampai sekarang. Pembinaan yang terjadi di Bonansa itu full sport science," ucap Roni.
Soal sport science, Roni menjelaskan hal tersebut bisa diartikan dalam penerapan latihan by design. Misalnya program latihannya sesuai dengan periodisasinya. Sesuai dengan tumbuh kembangnya. Periodisasi dan tumbuh kembang itu lebih banyak teorinya.
"Nah teori itulah yang dijadikan parameter untuk memberikan treatment pada pada pesepak bola. Termasuk dalam tes pengukuran. Bagaimana bisa mengukur dan mengevaluasinya. Yakni sejauh mana tingkat latihan yang direncanakan berjalan dengan baik," katanya. (nis/nik) Editor : Damianus Bram