Sebab, Olympique Marseille sebagai rival abadi PSG dalam Le Classique juga menjadikan pelatih berkebangsaan Spanyol Marcelino Garcia Toral sebagai entraineur anyar mereka.
Sebelum ini, rivalitas Enrique dengan Marcelino bisa dibilang biasa-biasa saja. Bahkan, timpang sebelah. Dari delapan pertemuan, Enrique nirkalah. Perinciannya, 6 kali menang dan 2 kali seri.
Tetapi, hal itu tak lepas karena sokongan materi pemain yang berbeda jauh. Enam dari delapan pertemuan terjadi ketika Lucho –sapaan Enrique– melatih FC Barcelona, sedangkan Marcelino ”hanya” melatih Villarreal CF.
Sementara dua pertemuan lainnya terjadi ketika Enrique melatih Celta Vigo.
”Tantangan yang luar biasa karena aku kini melatih satu-satunya klub Prancis yang memenangi Liga Champions. Aku harus bangga dan menghargai itu,” papar Marcelino dalam perkenalan kepada media kemarin (5/7/2023) seperti dilansir L’Equipe.
Pernyataan mantan entrenador Valencia CF itu secara implisit menyindir PSG. Ya, meski telah menghabiskan triliunan rupiah sejak diakuisisi oleh QSI (Qatar Sports Investments) sejak 2011, prestasi terbaik Les Parisiens –julukan PSG– di Liga Champions hanya runner-up ketika dikalahkan Bayern Munchen pada final 2020.
Bahkan, meski diperkuat trio lini serang MMN (Lionel Messi-Kylian Mbappe-Neymar Jr) dalam dua musim terakhir, laju PSG selalu terhenti di 16 besar. Untuk musim 2023–2024, tidak ada lagi trio MMN lantaran Messi telah hengkang ke Inter Miami.
Mbappe yang memasuki musim terakhir dalam kontraknya juga masih dalam godaan Real Madrid.
Materi pemain yang lebih bagus dan lebih mahal pun tidak menjamin PSG digdaya sepenuhnya dalam Le Classique. Meski hanya memetik tiga kemenangan dari total 29 Le Classique sejak era QSI, salah satu kemenangan OM terjadi musim lalu pada perempat final Coupe de France atau ketika PSG masih diperkuat MMN.
Fakta tersebut membuat peluang Marcelino pecah telur kemenangan atas Enrique sangat terbuka. Apalagi, tidak ada perubahan frontal dari komposisi pemain OM musim lalu. Mereka justru kedatangan gelandang bertahan Geoffrey Kondogbia dari Atletico Madrid.
Sementara PSG bersama Enrique lebih tidak jor-joran dengan rekrutan baru adalah pemain gratisan seperti Marco Asensio dan Milan Skriniar, plus merekrut dengan tidak mahal gelandang serang Korsel Lee Kang-in dari RCD Mallorca.
”Bidikan utama Enrique pun hanya Joao Felix (striker Atletico Madrid, Red),” tulis Diario AS. Editor : Damianus Bram