RADARSOLO.COM - Selalu bermain 'bersih', itulah yang terpancar saat melihat Ashley Cole, mantan bek kiri Arsenal dan Chelsea itu bermain. Bahkan dalam 107 caps bersama The Three Lions (julukan timnas Inggris), Cole belum pernah sekalipun menerima kartu merah.
Statistik kedisiplinannya bersama timnas Inggris adalah 12 kartu kuning.
Cole baru merasakan kartu merah justru ketika sudah berstatus sebagai staf pelatih timnas. Yakni, ketika pria berusia 42 tahun tersebut menjadi asisten pelatih Lee Carsley di Inggris U-21.
Dalam final Euro U-21 di Adjarabet Arena, Batumi, kemarin (9/7) dini hari WIB, kericuhan terjadi setelah gol Inggris pada menit keempat injury time babak pertama. Selebrasi winger Cole Palmer di depan bangku cadangan Spanyol-lah yang menyulut kericuhan.
Aksi saling dorong pun terjadi. Bukan hanya antar pemain, melainkan juga staf pelatih. Cole pun terlibat konfrontasi dengan pelatih fisik Spanyol U-21 Carlos Rivera. Cole dan Rivera kemudian mendapat hukuman kartu merah dari wasit Espen Eskas asal Norwegia.
Hanya, dua komentator talkSPORT Darren Ambrose dan Alex Crook menyebutkan, hukuman untuk Cole tersebut salah alamat. ”Memang staf pelatih juga terlibat dalam kisruh, tetapi Cole sebenarnya mencoba untuk menenangkan situasi,” klaim Ambrose.
”Mungkin karena selebrasi pemain Inggris yang terlalu berlebihan, pelatih dan pemain di bangku cadangan Spanyol merasa terancam,” sahut Crook.
Ucapan dua komentator Inggris itu ditentang pemain Spanyol U-21 yang juga bek kiri Manchester City Sergio Gomez. Kepada Cadena SER, Gomez menganggap selain Cole, Palmer semestinya dihukum lebih karena memancing kericuhan.
”Mereka (pemain dan staf pelatih Inggris, Red) selalu bertingkah seperti itu (memancing kericuhan, Red). Bukan sekali ini mereka menunjukkan tingkah seperti itu,” kata Gomez dengan nada emosional. (jpg/dam)
Editor : Damianus Bram