RADARSOLO.COM - Untuk kali kesekian, Persis Solo mempertanyakan regulasi terkait suporter tamu, yang dinilai masih kurang jelas. Laskar Sambernyawa pun menuntut adanya transparasi dan solusi dari komite disiplin (komdis) beserta operator Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Soal kriteria suporter tamu, sejatinya Persis Solo telah berkomunikasi melalui pesan singkat dengan marketing LIB. Pada pesan tersebut dijelaskan, suporter tamu adalah penonton yang menggunakan atribut tim away. Seperti jersey, banner, dan lain-lain. Nah, menurut Persis Solo definisi tersebut masih rancu.
"Apalagi dalam Regulasi Liga 1 2023 tidak memasukkan nama atau organisasi suporter sebagai bagian dari tanggung jawab klub peserta. Sebagai contoh, pemain, pelatih, manajemen bisa dihukum oleh komite disiplin karena tertulis sebagai bagian dari klub peserta. Sedangkan komunitas suporter saat ini tidak secara jelas ditulis dalam regulasi tersebut," kata Persis Solo dalam pernyataan resminya, Senin (14/8).
Terbaru, panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persis Solo dianggap gagal mengantisipasi kedatangan suporter tamu. Tepatnya saat Persis Solo menjamu Persib Bandung di Stadion Manahan, 8 Agustus lalu. Dengan pelanggaran yang dijatuhkan, panpel dikenai denda sebanyak Rp 25 juta.
Karena tidak diperbolehkan melakukan banding, maka Persis Solo izin untuk memberikan hak jawab. Tujuannya menjelaskan sekaligus mempertanyakan dasar hukum dari sanksi tersebut.
"Sebagai tim peserta kompetisi yang disahkan dalam Regulasi Liga 1 2023, Persis selama ini selalu berusaha kooperatif dan mematuhi regulasi yang berlaku. Terutama terkait hukuman hadirnya penonton yang divonis sepihak oleh komdis sebagai suporter Persib di Stadion Manahan pada Selasa (8/8/2023) lalu," tulis ofisial Persis.
Tapi mengejutkannya, kehadiran penonton yang dilabeli sebagai suporter Persib Bandung alias tamu itu juga difasilitasi oleh pihak di luar klub, baik itu Persis Solo ataupun Persib Bandung. Berdasarkan temuan dan investigasi klub, Persis menemukan tiket untuk tribun VIP sayap utara dengan nomor seri 32-0001 sampai dengan 32-0270, yang mana merupakan tiket complimentary untuk rekanan sponsor LIB.
Kuota tiket tersebut merupakan kewajiban Persis Solo untuk memenuhi Regulasi Marketing Pasal 10. Tapi sebagian di antaranya justru didistribusikan oleh rekanan sponsor LIB kepada penonton yang dianggap komdis sebagai suporter Persib Bandung.
"Seperti diketahui bahwa penjualan atau distribusi tiket complimentary dari panitia pelaksana pertandingan kepada penonton umum–yang saat ini dianggap sebagai suporter Persib–oleh rekanan sponsor LIB adalah tindakan yang tidak tercantum dalam Regulasi Marketing Pasal 6 tentang Hak Sponsor dan Produk Ofisial Kompetisi," tulis Persis.
Di sisi lain, Persis Solo mengaku dan menyadari tidak ada sistem yang sempurna. Namun, mereka berusaha semaksimal mungkin mencegah kehadiran suporter tim tamu. Caranya dengan filter sistem penjualan tiket.
"Namun distribusi tiket kepada penonton umum yang dilakukan oleh rekanan sponsor LIB ini menjadi hal kontradiktif yang mencederai tuntutan LIB kepada tim tuan rumah," imbuh Persis.
Dengan ini, Persis menuntut adanya transparansi dan solusi dari komite disiplin beserta LIB. Apalagi saat ini iklim perdamaian dalam suporter melalui jalinan persaudaraan dan tali silaturahmi pasca insiden Kanjuruhan semakin besar, maka komite disiplin dan LIB tidak boleh menutup mata terkait adanya gerakan ini.
"Atau setidaknya, komite disiplin dan LIB tidak menjadi bagian dari masalah yang kemudian merugikan klub tuan rumah karena perilaku yang melanggar komitmen bersama," beber Persis Solo.
Persis berharap komdis dan LIB tidak berdiam diri. Sementara seluruh klub peserta Liga 1 selalu dibebani sanksi tiap pekan. Padahal seluruh kontestan sudah berusaha mencegah kehadiran suporter tim tamu. Jika perlu, Persis Solo menyarankan adanya workshop, pelatihan, atau tutorial kepada seluruh klub peserta. Tujuannya untuk menemukan formula paling tepat guna mengantisipasi kehadiran penonton umum yang mendukung tim tamu.
"Sehingga jika panitia pelaksana pertandingan tuan rumah sudah melakukan seluruh rekomendasi yang disarankan oleh security officer dari PT LIB dan ternyata masih ada penonton umum bisa mendukung tim tamu, maka kami akan mempertanyakan kualitas security officer dari PT LIB," tandas Persis Solo. (nis/ria)
Editor : Syahaamah Fikria