RADARSOLO.COM – Duet antara Rafael Struick dan Ramadhan Sananta sempat menghiasi lini depan Timnas Indonesia U-23 di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 di Stadion Manahan.
Ini terjadi di babak pertama pertama laga melawan China Taipei (9/9), dan babak kedua saat kontra Turkmenistan (12/9),
Gol Sananta saat melawan China Taipei di menit ke-6’, tercipta berkat umpan manja dari Rafael Struick. Selain sebagai pemberi assist, di laga tersebut Struick juga mencetak satu gol di menit ke-20, lewat tendangan keras mendatar ke pojok gawangnya.
Mengenai Sananta sebagai partnernya di lini depan, Struick menyelipkan kata-kata pujian.
"Dia (Sananta) mencetak gol dengan sangat baik. Dia bermain satu babak (lawan China Taipei), dia bermain bagus. Dia mendapatkan banyak peluang, dia sangat bagus di dalam kotak penalti, dia terus bergerak. Jadi dia bermain sangat baik," ucap pemain ADO Den Haag tersebut usai berlatih di Stadion Sriwedari, 11 September lalu.
Berbeda dengan sebelumnya, saat menghadapi Turkmenistan Rafael diduetkan dengan Hokky Caraka di awal laga. Namun baru pada menit ke-70, pelatih Timnas U-23 Shin Tae-yong menarik keluar Hokky Caraka untuk digantikan Witan Sulaeman, dan enam menit kemudian baru Sananta dimasukkan untuk gantikan sosok Marselino Ferdinan.
Sayang saat melawan Turkmenistan, Sananta gagal mencetak gol. Begitu juga dengan Struick. Walau begitu kemenangan 2-0 atas Turkmenistan, membawa Indonesia lolos ke Piala Asia U-23 di Qatar.
Struick mengakui dengan kualitas yang permainan yang dimiliki Sananta, dia layak untuk mencoba berkarir di luar negeri.
"Saya tidak tahu tentang hal itu (potensi Sananta main di luar negeri), tetapi jika dia (Sananta) memiliki peluang untuk itu, mungkin dia harus mengambilnya. Soalnya itu adalah kesempatan baginya," sambung Struick.
Di lain sisi, pemain naturalisasi lainnya Ivar Jenner terpukau dengan permainan Marselino Ferdinan dan Arkhan Fikri.
"Marselino adalah pemain yang sangat bagus menurut saya. Dia bagus dalam membawa bola, dia cepat. Kalau Arkhan, saya bertemu dengannya pertama kali saat training camp Timnas U-20 di Turki. Saya pikir dia lebih baik sekarang, dia bermain lebih baik dari sebelumnya. Dia semakin berkembang. Mungkin dia bisa bermain (di luar negeri) suatu hari nanti, kita lihat saja nanti," ucapnya usai laga versus Turkmenistan.
Di lain sisi, Head Coach Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong sempat membawa kapten timnas senior Asnawi Mangkualam untuk bisa bermain di luar negeri. Hingga akhirnya kini dia bisa bergabung dengan Jeonnam Dragons di liga Korea Selatan (K-League).
Dia mengakui harusnya pemain potensial Indonesia lainnya, berani dan dibukakan pintu untuk bisa berkarir di luar negeri. Ini bagus untuk perkembangan pemain tentunya.
"Perlu usaha dari agen Indonesia. Pemain (abroad) perkembangannya sangat baik sekarang dan berkembang juga. Jadi pasti akan mendapat kesempatan untuk bermain di luar negeri," ujarnya.
Seperti diketahui, di skuad Timnas U-23 banyak pemain yang tengah berkarir di klub luar negeri. Seperti Rafael Struick (ADO Den Haag/Liga Belanda), Pratama Arhan (Tokyo Verdy/Liga Jepang), Marselino Ferdinan (KMSK Deinze/Liga Belgia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Liga Inggris), dan Ivar Jenner (FC Utrecht/Liga Belanda). (nis/nik)
Editor : Niko auglandy