RADARSOLO.COM – Kekalahan beruntun dan scoreless di dua laga tandang terakhir Liga 1 membuat pendukung Persis Solo murka. Ada yang menuntut Leonardo Medina segera mengubah taktik, hingga mundur dari kursi kepelatihannya.
Nah, satu-satunya jalan mendinginkan emosi suporter adalah kemenangan atas PSIS Semarang. Derby Jateng ini akan tersaji di Stadion Manahan, nanti malam (16/9) (live Vidio.com pukul 19.00).
Skuad asuhan Leo (sapaan akrab Leonardo Medina) ingin memetik poin absolut di pekan ke-12 ini. Sekaligus memutus tren negatif, usai tumbang dari tuan rumah PSM Makassar (28/8) dan Barito Putera (3/9).
Sejumlah evaluasi digeber tim kepelatihan Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo–. Jeda kompetisi sekira dua pekan, dimanfaatkan untuk menambal sejumlah kekurangan di tubuh bond kebanggan wong Solo.
“Kita bekerja sangat keras di jeda pertandingan. Kami mau memperkuat identitas tim. Kami tahu, setiap laga derby selalu keras. Karena itu, kami harus bekerja keras,” ujar Leo kepada Radarsolo.com.
Tampaknya laga derby Jateng, duel Persis Solo vs PSIS Semarang malam ini akan menyajikan tensi super duper tinggi. Barisan pendukung tuan rumah akan berbondong-bondong memadati tribun Stadion Manahan. Ingin menjadi saksi kebangkitan Laskar Sambernyawa. Sekaligus menagih janji Leo yang berkoar ingin memperbaiki performa Alexis Messidoro dkk.
Terkait amarah suporter atas dua kekalahan terakhir, Leo masih enjoy. Sama sekali tidak terusik.
“Saya mengerti suporter marah. Tetapi saya tidak tertekan. Karena itu kami harus menang di setiap pertandingan,” koarnya.
Sayangnya, upaya Persis Solo untuk bangkit terganjal sederet pemain yang absen. Sebut saja fullback kanan Gavin Kwan, kiper M. Riyandi, winger Irfan Jauhari, hingga gelandang bertahan M. Kanu Helmiawan yang masih dibekap cedera. Paling gres, Persis Solo juga kehilangan Taufik Febriyanto yang masuk meja perawatan.
Beruntung, Leo bisa menurunkan Ramadhan Sananta. Mesin gol lokal ini baru kembali ke tim, usai membela Timnas Indonesia U-24, proyeksi Asian Games 2023.
“Skuad kami kecil sekarang karena banyak pemain cedera. Kami sangat membutuhkan Sananta dalam skuad. Dia pemain penting bagi kami,” imbuh head coach berpaspor Meksiko tersebut.
Berkaca klasemen sementara Liga 1, posisi Persis Solo dan PSIS Semarang sangat jomplang. Laskar Mahesa Jenar (julukan PSIS Semarang) nangkring di posisi kelima. Sedangkan Persis Solo hanya dua strip dari zona degradasi. Meski pun gap keduanya hanya 6 poin (18-12).
Persis Solo juga patut mewaspadai sepak terjang tim tetangga. Mereka belum tersentuh kekalahan dengan meraup 4 poin dalam dua laga terakhir. Setelah menahan imbang tuan rumah Persik Kediri 1-1 (25/8), PSIS Semarang melumat Bali United 2-1 di kandang sendiri (2/9). Plus menahan imbang tim asal Malaysia Selangor FC 3-3, dalam balutan laga ekshibisi di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (10/9).
“(PSIS) Semarang tim bagus. Mereka punya strategi bagus. Saya selalu respect semua lawan. Kami akan fokus untuk pertandingan ini,” beber Leo.
Sementara itu, Ramadhan Sananta mengaku, timnya dalam tekanan usai menelan dua kekalahan. Namun, dia menyikapinya sebagai sebuah kewajaran.
Dia optimististis Persis bisa menang atas PSIS Semarang, yang di laga ini harus kehilangan kiper utama Adi Satryo. Dia dihukum lima laga usai menerima kartu merah saat melawan Persib Bandung (20/8).
“Saya harus memberikan 100 persen di pertandingan besok (malam ini). Kami tahu rivalitas Persis Solo dengan PSIS Semarang. Kami akan fokus untuk pertandingan. Kami sangat siap,” ujar Sananta.
Di sisi lain, head coach PSIS Semarang Gilbert Agius menyebut pasukannya siap merebut poin di Stadion Manahan.
“Persis sangat baik, terutama saat home. Mereka sangat kuat dan agresif. Punya individu-individu pemain dan pelatih bagus. Ini akan menjadi game yang sulit,” paparnya.
Gilbert sadar tidak mudah melakoni laga derby Jateng ini. “Adi Satryo, Haykal (Alhafiz), dan (Mohammad) Akrom cedera. Tapi semua pemain yang ada siap. Kami datang dengan 21 pemain,” bebernya. (nis/fer/ria)
Editor : Syahaamah Fikria