RADARSOLO.COM – Persis Solo selalu tidak kehabisan talenta muda. Setelah Ramadhan Sananta, Arkahan Kaka kini ada pemain muda yang potensial dilirik Timnas.
“Kami bangga dan senang ketika pemain kami bisa bergabung dengan timnas,” terang Head Coach Persis Solo Leonardo Medina.
Di luar dua nama ini, sejatinya ada beberapa pemain lainnya yang layak untuk masuk skuad timnas.
"Saya pikir kami punya pemain-pemain yang bisa memperkuat Timnas. Selain Ramadhan Sananta, Sutanto Tan juga bisa bermain bersama Timnas Senior," beber Leonardo Medina.
Ya, Sutanto di mata Leonardo Medina memang sangat layak. Mengingat dia pemain yang spartan, dan bisa bermain dalam beberapa posisi. Sutanto sejatinya pernah berseragam garuda, tepatnya di Timnas U-23, 2014 silam.
Untuk skuad Timnas U-23, dalam beberapa edisi, Sananta, Irfan Jauhari, dan Kanu rutin dipanggil untuk bergabung. Salah satunya saat SEA Games belum lama ini.
Di luar nama di atas, Medina mengakui ada beberapa pemain jebolan Persis Youth yang kini sudah dipromosikan ke tim senior bisa dilirik skuad Timnas U-23.
"Untuk Timnas U-23 saya pikir kami punya Faqih, dan Althaf layak (dipanggil timnas, Red). Mereka main bagus di tim," katanya.
Semenjak Abduh Lestaluhu hengkang ke PSS Sleman musim ini, Faqih Maulana makin paten mengisi posisi bek kiri Persis di Liga 1 musim ini. Dari 14 kali pertandingannya musim ini, Faqih sudah dimainkan 9 kali sebagai starter. Statistik ini jelas meroket dibandingkan catatan musim lalu. Di mana musim lalu, pemain berusia 19 tahun ini hanya dimainkan sekali oleh Medina.
Sementara itu, Althaf Indie juga kerap dimainkan. Kebanyakan sebagai pemain pengganti. Musim ini dia sudah bermain 12 kali, dengan sumbangsih satu gol dan satu assist. Gol perdananya musim ini dicetak saat menjamu Persija Jakarta (30/9).
"Tapi saya harus objektif (soal siapa saja pemain yang akhirnya dipanggil PSSI untuk jadi bagian dari skuad timnas), karena di tim yang berbeda ada banyak pemain yang bagus juga. Tapi di Persis juga banyak pemain yang bisa main di timnas," beber Leo. (nis/nik/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto