RADARSOLO.COM - Sisa slot final Piala Dunia U-17 diraih oleh Prancis. Skuad asuhan Jean Luc Vannuchi melaju ke partai pamungkas usai menjegal Mali dengan skor 2-1 pada laga semifinal di Stadion Manahan Solo, Selasa (28/11) malam.
Head Coach Prancis Jean Luc Vannuchi mengatakan, pertandingan berjalan ketat. Anak asuhnya bermain intensif dan baik dalam membangun serangan dari belakang.
"Kami bangga dengan pemain, terkejut dengan Jerman (di final nanti). Ini permainan ulangan," katanya usai pertandingan.
Sejatinya, Mali unggul terlebih dahulu di paruh pertama. El capitano Ibrahim Diarra berhasil mengoyak gawang Paul Argney di menit ke-45+4'. Membuka skor 1-0 untuk Mali.
Usai turun minum, terjadi pelanggaran keras oleh salah satu pemain Mali, Souleymane Sanogo (54'). Sebelum di-espulso, wasit Gustavo Tejera memaksimalkan VAR untuk memastikannya.
Kartu merah pun dilayangkan, membuat Mali bermain hanya dengan 10 pemain.
Kesempatan set piece digunakan oleh Jerman. Ismail Bouneb mengirimkan umpan cantik ke depan gawang. Yvann Titi menyambutnya dengan sundulan (56'). Skor menjadi 1-1.
Tampil dengan 10 pemain tak mudah bagi Mali. Di menit ke-69, skuad Soumalia Coulibaly kembali kebobolan.
Kali ini lewat Ibrahim Bouneb. Hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk keunggulan Prancis tak berubah.
"Sebenarnya kami mememainkan pertandingan yang baik. Namun, kami dapat kartu merah. Setelah itu, kami mendapat beberapa peluang tapi kami tidak bisa menggunakannya baik," kata Head Coach Mali Soumalia Colibaly usai laga.
"Secara keseluruhan kami melakukan yang terbaik. Kami mungkin tidak beruntung. Saya yakin seharusnya tidak ada kartu merah. Meski demikian, kami akan lakukan dengan baik untuk tempat ketiga (juara 3, red). Saya tetap bangga kepada anak-anak," tambahnya. (nis/ria)
Editor : Syahaamah Fikria