Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Final Jadi Ulangan di Laga UEFA U-17, Prancis Usung Misi Revans atas Jerman

Mannisa Elfira • Kamis, 30 November 2023 | 01:06 WIB
Laga semifinal Piala Dunia U-17 antara Prancis vs Mali di Stadion Manahan Solo, Selasa (28/11). Prancis berhasil melaju ke final usai kalahkan Mali dengan skor 2-1.
Laga semifinal Piala Dunia U-17 antara Prancis vs Mali di Stadion Manahan Solo, Selasa (28/11). Prancis berhasil melaju ke final usai kalahkan Mali dengan skor 2-1.

RADARSOLO.COM - Prancis kembali meladeni perlawanan dari skuad Jerman di partai final. Bedanya, kali ini di gelaran Piala Dunia U-17. Sebelumnya, kedua kubu sudah bersua di UEFA European Under-17 Championship.

Hasilnya? saat itu Paris Brunner dkk harus menyerah dalam drama adu penalti 4-5, (3/6). Sebab di waktu normal, kedua kubu gagal mengoyak gawang masing-masing lawan.

Dalam laga final yang digelar 2 Desember besok, Prancis punya kesempatan untuk revans dari Jerman di Stadion Manahan Solo.

Skuad asuhan Jean-Luc Vannuchi berambisi untuk menjegal calon lawannya itu.

Kiper Prancis Paul Argney pun mengiyakan misi balas dendam tersebut. Meski begitu, pihaknya tidak mau terlalu terfokus dengan kata 'final'.

Mereka bakal berusaha melewati pertandingan ini sama seperti laga sebelumnya.

"Bermain seperti biasanya. Tentu, jika kami bisa membalaskan dendam ke Jerman akan sangat bagus. Namun, terpenting adalah bagaimana kami bisa membawa pulang piala ini ke Prancis," ujarnya.

Selain itu, penting baginya supaya tim bisa bermain secara unit. Sebagai sebuah grup, menurut Argney, Prancis akan tetap kuat jika bersama-sama untuk mencoba memenangkan pertandingan final mendatang.

"Setiap pemain memiliki kelebihan masing-masing, dan mereka semua di tim ini penting. Begitu juga Ismail Bouneb yang menampilkan performa luar biasa untuk membantu tim memenangkan pertandingan dengan membuat assist dan mencetak gol. Tapi, dia tanpa pemain lainnya tidak ada artinya juga. Makanya kami butuh menjadi satu untuk tetap kuat," imbuhnya.

Sebelum melaju ke final, Prancis telah membekuk satu-satunya wakil Afrika Mali di Stadion Manahan, (28/11).

Pertandingan yang tak mudah, apalagi baru kali ini Prancis kebobolan. Gawang Argney akhirnua dijebol oleh Kapten Mali, Ibrahim Diarra. Sebelumnya mereka selalu mengantongi catatan cleansheet.

"Saya tentu akan tetap memilih untuk tidak kebobolan. Tapi hal itu terjadi (di semi final) dan terkadang poin pentingnya adalah untuk tetap fokus kepada kemenangan. Tetap membantu tim apapun yang terjadi, dan begitulah cara kami akan melewati pertandingan nanti," pungkasnya.

Sementara itu, sama halnya dengan Prancis, skuad Jerman U-17 besutan Christian Wück juga ingin membawa trofi ke negaranya.

"Tentu saja tujuan kami datang ke sini untuk menang. Siapapun lawannya di final nanti, kami berharap bisa menang," tambahnya. (nis)

Editor : Damianus Bram
#UEFA U17 #Prancis U17 #Jerman U17 #Piala Dunia U-17