RADARSOLO.COM - Selama perhelatan Piala Dunia U-17 di Tanah Air, Stadion Manahan mencatatkan attendance terbanyak pada partai final. Terdapat 13.037 penonton yang menyaksikan duel seru antara Jerman dan Prancis, Sabtu (2/12).
Menilik ke belakang, pengunjung Stadion Manahan lebih sedikit di banding tiga venue lainnya. Selama tiga hari di babak penyisihan Grup B, Manahan hanya meraih maksimal 7.956 di laga Ekuador vs Panama (16/11).
Hingga babak 16 besar, quarter final, hingga semi final memang ada peningkatan. Paling banyak saat Prancis meladeni perlawanan Mali di semi final. Tercatat ada 12.013. Kemudian jumlah penonton di perebutan juara 3 menurun jadi 10.901.
Nah, dari segala pertandingan, partai final paling banyak. Berdasarkan pantauan, ribuan penonton tersebut berbondong-bondong untuk menyaksikan euforia kemenangan.
Salah satunya seorang suporter asal Jerman, Ralf Scheunemann. Dirinya mengapresiasi gelaran Piala Dunia U17 di Indonesia. Menurutnya, acara berlangsung lancar dan baik.
"Kita bersyukur setelah Pildun U-20 tidak jadi, banyak yang bersedih. Dan Indonesia diberi kesempatan lagi. Indonesia menjalankan dengan baik, karena mengadakan event ini tidak mudah, penonton di negara lain tak sebanyak seperti di Indonesia," kata Ralf.
Sementara penonton asal Jakarta Franz mengaku sengaja datang ke Kota Bengawan mendukung skuad asuhan Christian Wueck dan harap kemenangannya bisa disaksikan langsung olehnya.
"Saya fans Jerman. Jerman, U17 juga belum pernah menang. Kali ini di Indonesia, menang," ujarnya.
Begitu pula dengan masyarakat Solo Ridwan. Dia mengaku sangat terhibur dan senang jagoannya Timnas Jerman mampu menyandang gelar champions Piala Dunia U-17.
"Sempat deg-degan pas adu penalti. Tapi syukur, menang. Senang sekali. Momen sejarah bisa nonton langsung," jelasnya, saat menonton kemenangan Jerman.
Euforia kemenangan Jerman juga dirasakan oleh warga yang berhasil memenangkan ajang special test drive yang digelar Hyundai Motor Company.
Dalam partai final ini, mereka (pemenang) ikut menyaksikan laga usai mengikuti program Empowering Champs of Tomorrow. Mereka menerima dua tiket gratis dan paket perjalanan menonton final di Solo.
"Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam event akbar ini. Apalagi bisa berkontribusi dalam membentuk masa depan sepak bola," kata Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto.
Tak hanya menonton, mereka juga mencoba bermain football mini, tantangan seperti zig-zag dribble, goal of tomorrow, dan keepie uppie. (nis)
Babak Grup B
10/11 Mali vs Uzbekistan 3.014
10/11 Spanyol vs Kanada 6.613
13/11 Spanyol vs Mali 4.723
13/11 Uzbekistan vs Kanada 6.919
16/11 Uzbekistan vs Spanyol 5.554
16/11 Ekuador vs Panama 7.956
Babak 16 besar
20/11 Ekuador vs Brazil 3.580
20/11 Spanyol vs Jepang 8.587
Quarter final
25/11 Prancis vs Uzbekistan 5.201
25/11 Mali vs Maroko 8.589
Semifinal
28/11 Argentina vs Jerman 8.525
28/11 Prancis vs Mali 12.013
Perebutan Juara 3
1/12 Argentina vs Mali 10,901
Final
2/12 Jerman vs Prancis 13,037
Editor : Damianus Bram