RADARSOLO.COM – Matchday pekan ke-22 bakal mempertemukan Persis Solo dan Arema FC di Stadion I Wayan Dipta, 9 Desember mendatang. Dalam laga tersebut, skuad asuhan Leonardo Medina perlu waspada. Mengingat, motivasi Singo Edan tengah membuncah.
Mengapa? sama halnya dengan Persis, Arema takluk di laga terakhir. Anak asuh Fernando Valente harus menyerah di tangan Bali United dalam laga tandang Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (4/12) sore.
Sore itu, sejatinya Arema menguasai bola sepanjang laga. Namun mereka kalah tipis 2-3 dari tuan rumah. Catatan ini menjadi kekalahan kedua beruntun usai dijegal Persik Kediri, 27 November lalu.
Meski kalah, Head Coach Arema Fernando Valente yakin timnya bakal bangkit. Dan menghindari zona degradasi, karena saat ini mereka berada di urutan ke-16. Dengan catatan 18 poin. Selisih lima poin dari peringkat ke-15 dan tiga poin dari peringkat ke-17.
"Kita tidak pernah menyerah dengan semangat yang kita punya bisa berbuat lebih di lapangan. Saya percaya kita bisa merubah situasi,” kata Valente dikutip di laman PT. Liga Indonesia Baru.
Di laga versus Bali, Valente mengatakan skuadnya kurang beruntung. Ditambah hilangnya konsentrasi pemain dalam menjaga pergerakan pemain lawan sehingga bisa kecolongan tiga gol.
Dalam hal ini, Valente juga mengkritisi pemainnya yang kembali gagal mengontrol emosi. Arema harus bermain dengan 10 orang, buntut kartu merah yang dilayangkan kepada Ariel Lucero (73').
“Kita menciptakan peluang untuk hasil draw, pemain kurang untuk mengubah hasil kita mengambil risiko, Bali (United) bisa cetak gol. Kami selalu fight untuk hasilnya, kita mencoba mengembalikan hasil tapi dengan kartu merah yang sangat bodoh membuat situasi tambah sulit untuk kami bertarung sampai habis,” ungkap juru taktik asal Portugal itu. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy