RADARSOLO.COM - Tak seperti biasanya, suporter bungkam usai laga. Anthem 'Satu Jiwa' hanya menggema lewat setelan audio.
Cukup wajar, inilah bentuk kekecewaan usai Persis Solo dijegal Dewa United dengan tipis 1-2 di Stadion Manahan, Minggu (17/12) sore.
Kekalahan ini memperburuk catatan Persis Solo. Kondisi tidak pernah menang selama lima pertemuan jadi alarm bahaya.
Apalagi kini Persis masih berkutat di posisi ke-15. Cukup dekat dengan zona degradasi.
Caretaker Persis Solo Tithan Wulung Suryata memohon maaf atas hasil ini. Terutama kepada seluruh elemen Persis, baik suporter, manajemen, dan semuanya.
"Hasil ini bukan kami harapkan. Yang pastinya kami banyak membuang peluang terutama di babak pertama dan juga kedua. Ini yang kami sayangkan, sekali lagi mohon maaf," ungkap Tithan usai laga.
Tampil sebagai tuan rumah, Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- langsung memberi shock therapy kepada Dewa United. Dengan adanya gol cepat dari Ramadhan Sananta saat laga batu berjalan satu menit. Membuat Persis unggul 1-0.
Sialnya, keunggulan Persis hanya seumur jagung. Di menit ke-18, skuad asuhan Jan Olde berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat Ricky Kambuaya.
Berawal dari penetrasi sisi kanan oleh Robi Darwis. Bola sempat ditepis M. Riyandi, namun bola mentah berhasil dimaksimalkan oleh Kambuaya.
Tiga menit setelah diimbangi tamu, Persis Solo mendapat kartu kuning pertamanya. Wasit Yusuke Araki memberikan Faqih Maulana kartu kuning (21').
Persis mencoba merajut asa kembali. Sejumlah peluang dari Sananta, Roni, bahkan Rian Miziar hampir saja menjebol gawang Sonny Stevens. Namun belum ada yang berhasil, begitu pula dengan kubu lawan. Skor 1-1 di babak pertama.
Usai turun minum, Jan Olde mengganti komposisi kesebelasannya. Memasukkan Dimitris Kolovos dan Alex Martins untuk menggantikan Asep Berlian dan Septian Bagaskara.
Menit ke-47, peluang emas didapatkan bond kebanggaan wong Solo. Saat sudah one-on-one dengan Stevens, Sananta terpeleset.
Bola rebound jatuh ke Roni, namun gagal lagi. Bola kemudian ke Sananta, sayang lagi-lagi belum berhasil mengoyak gawang Dewa United.
Dengan kebuntuan ini, Tithan Wulung Suryata memasukkan dua pemainnya. Yakni Moussa Sidibe dan Arapenta Poerba, menggantikan David 'Roni' Gonzalez dan Sutanto Tan.
Setelah itu, kedua kubu kembali jual beli serangan. Namun belum ada gol yang terjadi. Malah ada kartu kuning kembali yang melayang.
Yakni penggawa Dewa United Ahmad Nufiandani (60'), disusul Taufiq Febriyanto (62'), dan Ricky Kambuaya (63').
Sebelum itu, Sho Yamamoto hampir saja menggandakan skor Persis. Sayang tendangannya masih bisa dibaca oleh Stevens (65', 69'). Begitu pula Alex Martins, bolanya mampu dibaca Riyandi (68').
Alih-alih mengembalikan keunggulan, Persis malah kebobolan. Gol tersebut dicetak oleh Egy Maulana Fikri. Berawal dari lemparan jauh Alta Ballah ke Dimitrios Kolovos.
Dari sudut sempit, Kolovos mampu memenangkan duel. Bola yang terlepas disambar oleh Egy Maulana. Skor 1-2 untuk tamu (74').
Kena comeback, Tithan langsung berputar otak. Dengan mengganti tiga pemainnya yakni Sho Yamamoto, Taufiq Febriyanto, dan Diego Bardanca. Digantikan oleh Alfath Fathier, Althaf Indie, dan Arkhan Kaka (80').
Alfath Fathier sempat mendapat peluang (83'). Begitu pula dengan Arapenta Poerba (86'). Namun, kiper Dewa Sonny Stevens tampil cukup baik.
Sundulan Alfath bisa ditepis oleh Stevens. Hingga babak kedua usai, skor tak berubah.
Menanggapi pertandingan ini, Bek Persis Solo Diego Bardanca berpikir tim bermain bagus tapi masih belum beruntung. Karena sejatinya Persis punya banyak peluang.
"Tapi sekali lagi, belum bisa mengakhiri laga dengan skor yang diharapkan. Namun saya merasa bangga kepada teman teman di ruang ganti karena telah memberikan perjuangan terbaiknya. Tapi inilah sepak bola kadang kita bermain terbaik tapi hasil tidak sesuai yang diinginkan," ujarnya.
Sementara itu, Dewa United berhasil mengerek posisinya ke urutan ke-9. Dengan kemenangan ini, Head Coach Dewa United Jan Olde bersyukur. Pihaknya juga mengapresiasi permainan Persis yang bagus.
"Namun kami bakal menganalisa lagi. Karena (permainan kami) tidak sesuai dengan apa yang kami latihkan dan kami diskusikan, perlu 20 menit untuk mengkoreksi," beber Jan. (nis)
Editor : Damianus Bram