Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Datang ke Persis Solo, Milomir Seslija Akui Tak Mau Buktikan sebagai Pelatih Hebat: Ingin Pemain Menikmati Pertandingan

Mannisa Elfira • Rabu, 10 Januari 2024 | 01:28 WIB
Milomir Seslija kini didapuk jadi head coach Persis Solo.
Milomir Seslija kini didapuk jadi head coach Persis Solo.

RADARSOLO.COM - Milomir Seslija kembali terjun ke kompetisi Indonesia. Kali ini, juru taktik asal Bosnia-Herzegovina tersebut ditunjuk sebagai head coach Persis Solo.

Dia menggantikan kursi yang diduduki Leonardo Medina. Dia resmi dikontrak hingga akhir musim ini.

Beban di pundak Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- cukup berat. Lantaran di sisa musim ini, Persis Solo punya catatan buruk.

Kini, Laskar Sambernyawa berada di urutan ke-15 klasemen sementara Liga 1, selisih satu strip dengan zona degradasi.

Untuk itu, Milo harus putar otak agar Persis Solo tak kembali ke kompetisi kasta kedua.

Sebelum merapat ke Persis Solo, Milo sukses membawa Maziya S&RC menjadi champions di Liga Maladewa di musim ini.

Hal tersebut menjadi modal bagus bagi Milo untuk membangkitkan Persis. Ditambah lagi sejumlah pengalamannya di Liga Indonesia.

Ya, Milo sudah malang melintang di sejumlah klub nusantara. Sebut saja, Borneo FC, Arema FC, Madura United, dan Persiba Balikpapan.

Antusias Milo cukup tinggi saat dia berkesempatan kembali ke Indonesia.

Bahkan, pelatih berusia 59 tahun tersebut mengaku sangat merindukan kompetisi Indonesia setelah satu tahun tidak menginjakkan kaki di negeri ini.

“Terima kasih atas sambutan hangatnya. Saya merasa sangat termotivasi. Dan setelah satu tahun lamanya, saya sangat merindukan Indonesia," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Di mata Milo, kompetisi Indonesia sangat berbeda. Lantaran memiliki perbedaan di sisi suporter dan tantangan tersendiri lainnya.

“Satu hal yang saya pikirkan tentang Indonesia ialah suporternya. Mereka membuat perbedaan yang sangat besar," ucap Milo.

"Hal lainnya adalah liga di Indonesia sangatlah menantang. Kita tidak bisa mengontrol pertandingan yang terjadi di sini. Kompetisi di sini sama seperti di Liga Inggris, pada 10 menit terakhir sebelum pertandingan usai, semua hal dapat terjadi," tambahnya.

Tantangan pertama Milo bersama Persis Solo adalah berusaha menaklukkan Madura United pada laga 30 Januari mendatang.

Milo optimistis dan merasa waktu yang tersisa sudah sangat cukup untuk membuktikan kemampuan para penggawanya.

“Kita hanya menyisakan 21 hari sebelum melawan Madura United, selanjutnya akan bertandang kontra Persib Bandung. Mungkin ini waktu yang cukup singkat, tetapi bagi saya ini sudah cukup bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka,” paparnya.

Milo menegaskan, kedatangannya ke Persis Solo tidak untuk membuktikan bahwa dia adalah pelatih yang bagus. Melainkan dia ingin menunjukkan soal kualitas pemain.

"Saya datang untuk membuktikan bahwa pemain yang ada di sini adalah pemain yang jauh lebih baik daripada yang mereka bayangkan," ujarnya.

Bersama Persis Solo, Milo ingin membangun hubungan yang baik antara seluruh pemain.

Dia ingin seluruh pemain dapat menikmati pertandingan yang dijalani.

“Yang harus saya lakukan di sini adalah bagaimana caranya membangun hubungan. Bahwa tidak ada pemain impor, asing maupun lokal. Kita harus bersatu sebagai sebuah tim. Saya ingin mereka menikmati permainan, karena sepak bola adalah tentang menikmatinya dan kebahagiaan yang kita dapatkan," beber dia.

Di sisa musim ini, dia ingin membuat Persis Solo menjadi tim yang lebih baik lagi dan mengembangkan permainan tim.

“Filosofi permainan saya menyesuaikan tuntutan dari sepak bola modern sekarang ini. Bagaimana tentang pengambilan keputusan dan menguasai permainan. Kita harus mendapatkan hasilnya," paparnya.

“Saya rasa pemain harus merasa berutang kepada suporter dan juga diri mereka sendiri. Kita harus membuat tim menjadi lebih baik lagi dan mengembangkan permainannya. Mungkin saya di sini hanya untuk waktu 4 bulan, tetapi suporter akan selalu ada untuk memberikan dukungan. Kita harus buat mereka bangga," sambungnya.

Selain itu, Milo merasa tidak mendapatkan tekanan, meski Laskar Sambernyawa sedang berada pada masa transisi.

Dia telah menganalisis pertandingan Persis dan rekaman saat sesi latihan.

"Jika ingin berproses, maka kita harus mengganti pemikiran kita agar dapat berproses. Kita harus membuat kesatuan antara suporter dan para pemain, harus kuat secara bertahap, pertandingan ke pertandingan. Saya percaya kepada seluruh pemain, seluruh suporter dan seluruh staf," tambahnya. (nis/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#milo #persis solo #milomir seslija #laskar sambernyawa #liga 1