RADARSOLO.COM – Jurang degradasi Liga 2 akhirnya bisa dihindari oleh Nusantara United FC (NUFC). Kepastian tersebut terjadi setelah skuad besutan Salahuddin mengamankan satu poin dari kandang PSDS Deli Serdang, Jumat lalu (26/1).
Matheus Silva dkk sebelum pertandingan sudah mengetahui hanya butuh satu poin lagi di sisa laga playoff Grup B untuk bertahan di Liga 2. Dan misi tersebut sudah bisa didapat saat melawan PSDS. NUFC sukses menahan imbang tuan rumah 2-2 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam.
Dalam game tersebut, PSDS sejatinya unggul terlebih dahulu. Bahkan mencetak dua gol pada babak kedua lewat tendangan penalti Noriki Akada (55’) dan Khairul Salim (61’).
Syukurnya, anak-anak NUFC bangkit, dan bisa membalas di akhir laga lewat gol Ahmad Afhridzal (88’) dan Pandi Lestaluhu (90+8’).
"Terima kasih atas kerja keras pemain hingga menit akhir, meski kami sempat tertinggal dua gol,” ujar Head Coach NUFC Salahuddin.
Eks pelatih Persis Solo tahun 2019-2020 tersebut ternyata sempat kecewa atas adanya serangan rasialis oleh oknum suporter PSDS. Ada tiga pemain NUFC yakni Jimmy Aronggear, Hamsa Lestaluhu, dan Friska Womsiwor terkena rasis dalam laga ini.
“Kami kecewa atas perlakuan rasialis terhadap tiga pemain kami,” bebernya.
Di sisi lain, striker debutan Ahmad Afhridzal mengaku girang setelah sentuhan pertamanya berujung gol pembuka Nusantara United.
“Terima kasih untuk pelatih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini akan menjadi hari yang akan terus saya kenang. Gol ini juga saya persembahkan untuk ayah yang berulang tahun hari ini,” ungkap Ridzal -sapaan Ahmad Afhridzal-.
Dengan hasil imbang ini, anak asuh Salahuddin memastikan memastikan finis di puncak klasemen, dengan sisa satu pertandingan melawan PSPS Pekanbaru pada 2 Februari mendatang. T
ercatat, NUFC menjadi tim kedua pada musim 2023/24 yang memastikan tiket bertahan di Liga 2 setelah Sriwijaya FC. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy