RADARSOLO.COM - Attitude menjadi bagian krusial dalam pembinaan sepak bola usia dini. Hal tersebut selalu diterapkan dan diutamakan oleh tim kepelatihan.
Termasuk pelatih finalis Piala Soeratin U-15 beberapa waktu lalu. Yakni Persebaya Surabaya U-15 dan Persija Muda U-15.
Head Coach Persebaya Surabaya U-15 Khabib Syukron mengaku bangga kepada anak-anaknya.
Meskipun dalam partai pamungkas tersebut, mereka harus mengakui keunggulan lawan 2-1 di Lapangan Kota Barat, Solo, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tanpa Penonton, Polres Sukoharjo Tetap Kawal Piala Soeratin U17
"Saya dari awal di Surabaya, saya mengedepankan disiplin dan attitude kepada anak-anak," ujar Khabib kepada awak media usai laga.
Khabib juga mengajarkan kepada para pemainnya untuk tidak protes kepada keputusan wasit. Hanya kapten saja yang bertanya, itupun harus baik-baik.
"Saya tidak pernah mengajarkan anak-anak apapun keputusan wasit kamu (pemain) teriak. Makanya anak-anak tidak pernah (seperti itu). Makanya apapun keputusan wasit mereka bisa terima semuanya. Itu yang saya ajarkan ke mereka," sambungnya.
Menurut Khabib, usia para pemainnya itu masih dini. Mereka perlu diberi asupan atau ajaran perilaku yang baik. Di dalam ataupun di luar lapangan.
"Usianya masih dini, kalau attitude-nya jelek gimana mau masuk senior. Attitude itu sangat penting. Karena buat apa kalau (main) sepak bola tapi attitude-nya jelek. Kasihan sepak bola Indonesia nanti ke depannya gimana," paparnya.
Setali tiga uang, Head Coach Persija Muda U-15 Apen Kristian juga mengajarkan kepada anak asuhnya untuk tidak sombong.
Dia juga mengajarkan kepada para pemain untuk saling menghormati siapapun itu.
"Jadi tipsnya, kami tekankan kepada anak anak tidak jumawa, tidak besar kepala. ini baru awal. Kalian anak-anak semuanya belum apa-apa. Ini baru awal perjuangan mereka untuk karir mereka ke depan. Jadi saya tekankan kepada anak untuk tidak sombong, respect kepada teman, lawan, pelatih, ataupun siapa saja," beber Apen. (nis)
Editor : Damianus Bram