JawaPos.com – Terkait penerapan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 Indonesia, Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni memberikan tanggapanya.
Pria yang akrab disapa Bung Kusnaeni ini mengatakan soal mengenai penerapan teknologi VAR agar dapat dipersiapkan dengan baik dan tidak tergesa-gesa.
Dilansir dari ANTARA, Senin (19/2/2024), tanggapan itu disampaikan oleh Bung Kusnaeni berkaitan dengan penerapan teknologi VAR di Liga 1 Indonesia yang akan diawali dengan uji coba di laga sekolah sepak bola (SSB).
Menurutnya bahwa penerapan VAR di Liga 1 Indonesia perlu mematangkan persiapan baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia agar tidak mengecewakan berbagai pihak.
“Saya sarankan penerapan VAR Liga 1 dilakukan secara cermat dan bijak, tidak perlu tergesa-gesa hanya karena tekanan publik,” ujarnya.
Bung Kusnaeni mengatakan bahwa uji coba VAR merupakan langkah maju bagi dunia sepak bola di tanah air karena mampu menjadi salah satu standar kompetisi sepak bola professional yang baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa idealnya VAR bisa diterapkan pada musim berikutnya sehingga dapat diawali dengan uji coba dipertandingan-pertadingan kompetisi yang dievaluasi secara serius.
Dalam penerapanya, pihak terkait perlu memastikan kesiapan semua aspek baik infrastruktur, teknologi hingga sumber daya manusia yang mengoperasikanya. “Itu yang paling penting.” Jelasnya.
Pengamat sekaligus Komentator sepak bola itu pun juga menekankan bahwa sumber daya manusia menjadi faktor utama yang cukup penting, pasalnya setiap pekan setidaknya akan berlangsung sembilan pertandingan serentak yang digelar di Liga 1.
“Dibutuhkan puluhan pengadil VAR yang bersertifikat, belum lagi kalau terjadi promosi dan degradasi, pengadil VAR yang kinerjanya tidak bagus harus diganti dengan pengadil VAR cadangan yang diharapkan lebih baik,”katanya.
Ia kembali menekankan bahwa sumber daya manusia dapat diperkuat dengan pelatihan dan sertifikasi secara intensif.
Faktor sumber daya manusia ini akan menjadi isu krusial saat penerapan VAR sehingga harus dipersiapkan secara matang.
“Jangan sampai publik malah kecewa karena kehadiran VAR tidak mampu meningkatkan kualitas kompetisi, pastikan bahwa VAR diterapkan di Liga 1 memang betul-betul siap,” pungkasnya. (*)
Editor : Damianus Bram