RADARSOLO.COM - Kekalahan Persis Solo U-16 di partai final Elite Pro Academy (EPA) dari Borneo FC U-16 meninggalkan kekecewaaan bagi para pemain.
Supaya mental skuad tidak ambruk, tim kepelatihan terus memberikan memotivasi kepada anak asuhnya.
Asisten Pelatih Persis Solo U-16 Muhammad Abuyamin menjelaskan setelah laga pamungkas usai, pihaknya tidak langsung menghakimi anak-anak seperti apa jalannya pertandingan. Mereka membiarkan para pemain di dalam ruang ganti beberapa menit.
"Setelah itu kami memberikan pengertian kepada mereka bahwa memang ini belum rezeki mereka. Meski tadi ada beberapa peluang ya kembali lagi, kami memberikan pemahaman kepada mereka bahwa sejatinya untuk menang atau kalah di usia development itu bukan tujuan akhir," ujar Abuyamin.
Abuyamin menegaskan kepada skuad bahwa fokus mereka selanjutnya adalah bagaimana untuk berkembang lebih bagus. "Secara individu khususnya," sambungnya.
Salah satu pemain Persis Solo Farel mengungkapkan kondisi para pemain di ruang ganti. Buntut kekalahan ini, mereka tak bisa menutupi kesedihannya. Mereka kecewa gagal mendapatkan juara 1 musim ini.
"Pastinya kami kecewa karena gagal memberikan hasil terbaik dan permainan terbaik kami. Tapi ya itulah sepak bola, namanya sepak bola kami tidak bisa harus pengennya menang-menang terus. Ini juga tergantung takdir. Terlepas dari usaha dan kerja keras kita, takdir dan doa kami juga menentukan," ungkapnya.
Kendati demikian, kekalahan ini perlu segera dilupakan Laskar Sambernyawa Muda. Mereka harus berbenah dan menjadi lebih baik lagi ke depannya.
"Pastinya kami sedih, tapi kami tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Kami masih umur 16 tahun. Masih masa pembinaan juga. Jalan kami masih panjang," tuturnya. (nis)
Editor : Damianus Bram