Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Uji Coba VAR di Laga Final EPA antara Persis Solo U-20 vs Persita Tangerang U-20 di Stadion Manahan

Mannisa Elfira • Kamis, 7 Maret 2024 | 23:36 WIB
Uji coba Penerapan teknologi VAR dalam partai pamungkas Elite Pro Academy (EPA) antara Persis Solo U-20 melawan Persita Tangerang U-20 di Stadion Manahan, Kamis (7/3/2024).
Uji coba Penerapan teknologi VAR dalam partai pamungkas Elite Pro Academy (EPA) antara Persis Solo U-20 melawan Persita Tangerang U-20 di Stadion Manahan, Kamis (7/3/2024).

RADARSOLO.COM - Teknologi video assistant referee (VAR) dijajal dalam partai final Elite Pro Academy (EPA) antara Persis Solo U-20 melawan Persita Tangerang U-20 di Stadion Manahan, Kamis (7/3/2024).

Sebelum dicoba pada pertandingan, awak media diajak untuk memasuki ruangan televisi. Dimana ruangan tersebut berisi teknologi-teknologi yang bakal membantu wasit untuk meninjau tayangan ulang sebuah kejadian di lapangan hijau.

Setelah dari ruangan televisi beralih menengok ke layar yang berada diantara bench kedua kubu. Layar tersebut bertuliskan 'VAR'.

Nah, nantinya wasit di lapangan akan melihat layar tersebut jika terjadi sebuah insiden yang memerlukan VAR.

"Seperti yang sudah kita announce sebelumnya bahwa di partai final U-20 menjadi spesial karena menjadi trial kita dalam penerapan VAR," ujar Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru Asep Saputra.

Asep menjelaskan keinginan penerapan VAR sendiri dalam kompetisi Liga 1 dideklarasikan operator sejak Mei-Juni 2023 tahun lalu.

Sejatinya targetnya sampai Februari 2024. Namun dalam perjalanan dengan dinamika yang terjadi ada yang harus disiapkan lebih baik. Terutama dalam hal sumber daya manusia (SDM).

"Sehingga kami postponed di championship series Mei mendatang. Tentu sebelum menuju ke sana, karena spiritnya mempersiapkan semua dengan baik," jelas Asep.

"Ketika kita lihat dengan perjalanan atau step yang kita lalui, maka diperkenankan untuk dilakukan sebuah trial persiapan. Selain wasitnya, tentu alatnya, stadionnya, bagaimana kita mempraktikkan apa yang sudah dipersiapkan," imbuhnya.

Asep mengatakan trial VAR paling tepat dijajal dalam kompetisi youth, tepatnya di final EPA U-20.

Mengingat ini sifatnya masih pembinaan meskipun pesertanya Liga 1. Lantas mengapa tidak dicoba dalam kompetisi tertinggi di Indonesia?

"Kalau di Liga 1, kami sudah komitmen kalau sekali kita terapkan, maka semua pertandingan akan dilakukan VAR. Dan itu akan dilaksakankan di championship series. Lalu mengapa tidak di Liga 2? Liga 2 sama kompetisi professional. Kalau diterapkan maka harus ada approval dulu," tambahnya.

Dalam trial ini, akan dilihat sejauh mana hasil persiapan VAR untuk kompetisi di Indonesia. "Ini juga masih fase assesment. Maka kondisinya kita akan melihat apakah terjadi sesuatu, ada trial error juga mungkin. Mudah-mudahan semua jadi kelancaran kita dalam penerapan VAR," bebernya. (nis)

Editor : Damianus Bram
#video assistant referee #elite pro academy #persis solo #var #stadion manahan #U-20 #Persita Tangerang