RADARSOLO.COM - Masa depan Persis Solo benar-benar cerah. Seiring tim-tim juniornya yang terjun di ajang Elite Pro Academy (EPA) 2023/2024 musim ini sukses unjuk gigi.
Persis Solo U-20 sukses jadi juara di EPA musim ini, usai menang 3-1 atas Persita Tangerang di Stadion Manahan, Kamis (7/3).
Pencapaian ini jadi obat pelega dan pembuktian. Tahun lalu PSSI memutuskan tak menggelar EPA U-20, padahal skuad Persis Solo U-20 sudah dibentuk sejak 2021.
Sementara itu perkembangan pesat juga ada di tingkat kelompok umur dibawahnya. Persis Solo U-16 harus puas jadi runner up di EPA musim ini, usai kalah 1-2 dari Borneo FC.
Catatan ini memperbaiki rapor musim lalu. Di mana Persis tersingkir di putaran ketiga EPA 2022 di peringkat ketiga klasemen akhir grup B.
Di babak ini Persis Solo U-16 mentok meraih 21 poin dari 15 laga. Hasil lima kemenangan, enam seri, dan empat kali kalah. Kalah posisi dari Persija Jakarta (32 poin), dan PSIS Semarang (23 poin)
Sementara itu progres bagus juga diperlihatkan skuad Persis Solo U-18. Walau harus puas jadi peringkat keempat usai kalah dari Persija Jakarta 0-4 dalam perebutan juara ketiga.
Tapi setidaknya ada progres bagus. Mengingat musim lalu Persis Solo U-16 hanya finis di posisi keempat di grup B (babak penyisihan), dengan tabungan 20 poin. Hasil lima menang, lima seri, dan lima kekalahan. Persis Solo U-18 kalah posisi dari Persija Jakarta (27 poin), PSIS Semarang (24 poin), dan Persik Kediri (21 poin).
Prestasi ciamik sebenarnya di raih oleh Persis Solo U-14 musim lalu, karena jadi sukses jadi runner up EPA 2022 saat kalah di final melawan Dewa United (1-3). Sayang musim ini EPA U-14 tak digelar dan untuk sementara pemain Persis Solo U-14 dipulangkan ke SSB-nya masing-masing.
“3 tahun berjalan, 2 title (1 senior, 1 U20) dengan harapan lebih banyak lagi juara di tahun yang akan datang!. Semua pemain, coaching staff, dan semua yang terlibat terimakasih atas kerja keras yang berat selama 2 tahun ini," tulis owner Persis Solo Kevin Nugroho di akun Instagram-nya (@knugroho33).
Terimakasih spesial untuk Mahendra Agakhan (mantan Komisaris PT Persis Solo Saestu) yang maksa bikin EPA dari 2 tahun lalu. Coach Jacksen f Tiago (eks Direktur Persis Academy), Rasiman (eks Pelatih Persis Youth), dan Misha Radovic (dirtek Persis) yang membuat pondasi. Sakjose,” sambungnya.
Pebisnis jas hujan tersebut mengakui Persis Solo Youth memang jadi salah satu ruang manajemen Persis untuk menelurkan calon pemain masa depan Persis Solo senior.
“Muaranya nanti yang juniornya ini akan kami promosikan ke tim senior. Jadi dimasa depan mereka-mereka inilah yang akan jadi kekuatan tim Persis Solo di kompetisi resmi,” tegas Kevin kepada Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.
Apa yang diutarakan ini memang bukan isapan angan-angan. Saat ini cukup banyak pemain Persis Solo Youth yang dipromosikan ke senior.
Arkhan Kaka, Faqih Maulana, Zanadin Fariz, hingga Arkan Kaka bisa dibilang yang paling sukses karena sudah dapatkan tempat utama di tim di beberapa game.
Selain keempatnya ada juga sosok seperti Dicky Daniel, Ricky Raay, hingga I Gusti Made Rendy Sanjaya yang sudah menjalani debut profesional di tim senior.
Itu belum termasuk Gede Aditya, Marcell Januar, dan Ilham Akbar, pemain potensial dari Persis Solo U-20 yang sudah didaftarkan ke tim senior, namun masih menunnggu momen untuk bisa menjalani debut profesionalnya.
“Potensi pemain di Persis Solo U-20 untuk masuk tim senior sangat-sangat besar. Apalagi dengan melihat progress mereka di kompetisi hingga bisa ke partai pencak sangat luar biasa perjuangannya. Mereka ada motivasi berlebih untuk menunjukkan kemampuan mereka agar bisa masuk Persis Solo senior,” ucap Persis SoloU-20 Alief Syafrizal.
Manajemen Persis Solo memang serius dalam membangun masa depannya. Pemain Persis U-20 bahkan sebagian besar sempat berguru di Eropa. Sebagain besar alumnus projek Garuda Select yang sempat berlatih di Inggris dan Italia.
Pemain yang sempat gabung di skuad Garuda Select Sason 2 (2019/2020) yang kini jadi bagian dari Laskar Sambernyawa Muda adalah Erlangga Setyo dan Dika Kuswardani.
Namun rombongan paling banyak ada pada alumnus Garuda Select sesason tiga (2019/2020). Mulai dari Daniel Naa, Ibnul Mubarak, Wahyu Agoeng Drajat, I Gede Aditya Juli, I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra, Muhammad Faqih Maulana, Noval Junior Iskandar, Dustin Pratama Bramantio, hingga I Putu Dipa Yogi.
Manajemen Persis Solo juga sejatinya mengembangkan potensi pemainnya, untuk bisa cepat memiliki jam terbang tinggi.
Salah satu langkahnya adalah dengan meminjamkan beberapa pemain Persis Solo U-20 ke klub lain. Ini dilakukan karena mereka tak bisa ada di tim senior Persis Solo saat ini karena dianggap masih kalah bersaing.
Pemain yang sebelumnya sudah atau tengah dipinjamkan ke klub Liga 1 dan 2 dari Persis Solo U-20 adalah Hugo Samir (Borneo FC), Romadhona (Semen Padang), dan Erlangga Setyo (PSPS Riau).
Alief menegaskan Persis Solo U-20 dan Persis Solo kelompok umur lainnya dibentuk dengan cukup panjang.
"Tim ini dibentuk bukan hanya satu bulan menjelang kompetisi, tapi ini dibentuk karena Persis Solo memang fokus pembinaan pemain-pemain muda. Kami menyiapkan pemain untuk tim senior. Jadi, kami kurang lebih sudah dua tahun berkumpul," ujar mantan pelatih kepala Persis Solo Women tersebut. (nik)
Editor : Niko auglandy